BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Kabupaten Banyuwangi kembali mencuri perhatian publik nasional setelah sejumlah selebritas papan atas memilih daerah ini sebagai lokasi produksi konten. Kehadiran Raffi Ahmad, Desta, Ariel NOAH, dan Gading Marten dalam satu perjalanan eksplorasi destinasi wisata diprediksi memberi dampak signifikan terhadap promosi pariwisata daerah.
Rombongan yang tergabung dalam komunitas selebritas “The Dudas Minus One” tersebut menjalani proses syuting program terbaru selama dua hari, Sabtu–Minggu (11–12/4/2026). Kehadiran mereka turut diperkuat oleh aktris muda Niken Anjani.
BACA JUGA :
Komunikasi Sosial Anggota Satgas TMMD, Bersama Guru dan Murid Bantu Bersihkan Halaman Sekolah Minggu Vihara Vimalakirti
Aktivitas para artis ini langsung menjadi sorotan luas setelah dibagikan melalui media sosial, khususnya akun Instagram Raffi Ahmad. Eksposur digital yang tinggi, dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan promosi Banyuwangi secara organik.
“Banyuwangi sangat keren!” ujar Raffi Ahmad dalam salah satu unggahannya yang kemudian diamini rekan-rekannya.
Perjalanan dimulai dari Desa Wisata Adat Kemiren, yang dikenal sebagai pusat budaya Suku Osing. Di lokasi ini, para selebritas mengeksplorasi kearifan lokal, mulai dari tradisi hingga suasana perkampungan adat yang masih terjaga.
Dari sisi kuliner, rombongan mencicipi hidangan khas Banyuwangi di Nasi Tempong Mbok Nah. Menu nasi tempong dengan sambal pedas segar menjadi pengalaman yang menonjol.
“Kalau kalian mau cobain makanan enak di Banyuwangi, ada Mbok Nah. Ini ternyata nasinya enak dan lezat,” kata Raffi.
Interaksi spontan dengan warga juga memperkuat kesan hangat selama kunjungan. Sejumlah pengunjung bahkan diajak makan bersama, menciptakan momen kedekatan yang jarang terjadi antara publik figur dan masyarakat.
Hari kedua diisi dengan eksplorasi alam, dimulai dari Air Terjun Jagir. Selain menikmati panorama, para artis juga melakukan aktivitas luar ruang yang memacu adrenalin.
Momen menarik terjadi saat pengunjung menyapa Ariel dan Niken dengan julukan “Dilan dan Ancika”, merujuk pada karakter populer yang pernah mereka perankan. Interaksi ini menambah daya tarik konten yang dihasilkan.
Perjalanan kemudian berlanjut ke De Djawatan, kawasan hutan trembesi raksasa di Kecamatan Cluring. Lanskap unik dengan pepohonan berusia ratusan tahun menghadirkan visual dramatis yang kerap disandingkan dengan latar film fantasi.
Kehadiran figur publik dengan jutaan pengikut media sosial seperti Raffi Ahmad dinilai memiliki efek “amplifikasi” yang kuat terhadap branding destinasi. Setiap unggahan berpotensi menjangkau jutaan audiens dalam waktu singkat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa promosi pariwisata tidak lagi bergantung pada kampanye konvensional, tetapi juga pada kekuatan konten digital dan personal branding figur publik.
Banyuwangi sendiri selama beberapa tahun terakhir, konsisten mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya dan alam. Kunjungan selebritas nasional ini menjadi validasi, sekaligus penguat positioning Banyuwangi sebagai destinasi unggulan di Indonesia.
Sepanjang proses syuting, antusiasme warga terlihat tinggi. Banyak masyarakat yang menyaksikan langsung, mengabadikan momen, hingga berinteraksi dengan para artis.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada promosi, tetapi juga memberikan efek ekonomi langsung, terutama bagi pelaku UMKM, kuliner, dan pengelola destinasi wisata.
Kunjungan Raffi Ahmad dan rekan-rekannya bukan sekadar produksi konten hiburan, melainkan momentum strategis dalam memperkuat citra Banyuwangi di tingkat nasional.
Dengan kombinasi kekuatan budaya, kuliner, dan lanskap alam, Banyuwangi kembali membuktikan diri sebagai destinasi yang “lengkap” dan layak menjadi pilihan utama wisatawan. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Bupati Ipuk Ungkap Kunci Sukses Pariwisata Banyuwangi di Hadapan Wali Kota Padang Panjang dan Bupati Malang
Next Article
Jamnas Mercy 7 di Banyuwangi, 200 Unit W124 Padati The Sunrise of Java, Dorong Ekonomi & Pariwisata Lokal