Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Kajian Jumat Malam di Masjid Nurul Iman Senggigi, Tgh. M. Taisir: Cinta kepada Allah Harus Dibuktikan dengan Mengikuti Rasulullah

SENGGIGI, LOBAR||bratapos.com— Pengajian rutin Jumat malam di Masjid Nurul Iman Senggigi, Jumat 25 September 2026, berlangsung khidmat setelah Sholat Magrib berjamaah. Kajian yang disampaikan Tgh. M. Taisir Al-Azhar, Lc., S.Ag., M.A., mengangkat pesan tentang pentingnya membuktikan kecintaan kepada Allah SWT dengan mengikuti jejak dan sunnah Rasulullah ﷺ.

Dalam kajiannya, Tgh. M. Taisir menegaskan bahwa kecintaan kepada Allah tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui ketaatan dan keteladanan terhadap Rasulullah ﷺ.

BACA JUGA : PERSADIN NTB Ucapkan Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Semangat Persatuan untuk Indonesia yang Maju dan Jaya

“Allah SWT memberikan ukuran yang jelas tentang cinta kepada-Nya. Jika kita benar-benar mencintai Allah, maka kita harus mengikuti Rasulullah ﷺ. Dengan mengikuti beliau, kita berharap mendapatkan cinta dan ampunan Allah,” ujarnya.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Ali 'Imran ayat 31:

“Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu.”

Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa mengikuti Rasulullah ﷺ merupakan salah satu bukti nyata kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT.

“Jangan hanya mengatakan cinta kepada Rasulullah ﷺ. Ikutilah jejak beliau, sunnah beliau, dan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Rasulullah ﷺ sebagai Uswah Hasanah

Dalam kajian tersebut, Tgh. M. Taisir juga mengingatkan jamaah bahwa umat Islam baru saja melewati bulan Rabiul Awal yang identik dengan momentum memperingati Maulid Nabi.

Menurutnya, peringatan Maulid hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk semakin mengenal dan meneladani Rasulullah ﷺ.

Ia mengutip QS. Al-Ahzab ayat 21 yang menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ merupakan uswah hasanah, atau teladan yang baik bagi umat Islam.

“Keteladanan Rasulullah ﷺ harus terlihat dalam kehidupan kita. Bukan hanya rajin bershalawat dan mengaku mencintai beliau, tetapi juga berusaha meniru kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan akhlaknya,” katanya.

Maulid Berakhir, Keteladanan Harus Tetap Hidup

Tgh. M. Taisir menekankan bahwa berakhirnya bulan Rabiul Awal tidak boleh menjadi akhir dari kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.

“Cinta kepada Rasulullah ﷺ bukan cinta musiman. Jangan hanya mencintai beliau ketika bulan Rabiul Awal atau saat Maulid. Kecintaan itu harus diwujudkan setiap hari melalui sunnah dan akhlak beliau,” tegasnya.

Ia mengajak jamaah Masjid Nurul Iman Senggigi menjadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan dalam ibadah, kehidupan keluarga, hubungan sosial, serta dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Kajian rutin Jumat malam tersebut menjadi momentum bagi jamaah untuk melakukan introspeksi sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, dan menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Kabupaten Tangerang Juara! Raih TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali Hari Ini di JICC Jakarta
Next Article

Related to this topic:

Be the first to write a comment.