Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Bukan Datang Menghakimi, Tapi Merangkul! Ketua PERADIN Jakbar Datang ke Lapas, Ajak Warga Binaan Bangkit & Jadi Manusia Bermanfaat

BOGOR, bratapos.com - Suasana haru dan khidmat menyelimuti Lapas Kelas II Gunung Sindur kemarin.

Sebanyak 150 warga binaan berkumpul bukan untuk sidang, bukan untuk dihukum. Tapi untuk belajar, berdoa, dan dibangkitkan semangatnya.

BACA JUGA : Ketua PERADIN & MAHUPIKI Turun Gunung! Firman Wijaya Diminta DPR Beri Pandangan Soal RUU Perampasa Aset

Kedatangan rombongan PERADIN Jakarta Barat disambut hangat langsung oleh Kalapas Gunung Sindur, Bapak Bambang Wijanarko.

Dipimpin langsung oleh Ketua PERADIN Jakarta Barat, Hartono Suwongso beserta tim, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan formal. Ini adalah kunjungan hati.

APA YANG TERJADI DI DALAM?

1. SOSIALISASI HAK WARGA BINAAN
Hartono Suwongso memberikan penyuluhan hukum agar warga binaan paham betul apa hak-hak mereka selama menjalani pembinaan. Karena dibina bukan berarti tidak punya hak. Mereka tetap manusia, tetap warga negara yang dilindungi hukum.

2. NASEHAT YANG MENYENTUH
Bukan ceramah yang menggurui. Hartono Suwongso dan tim memberikan nasehat dan semangat dari hati ke hati:
"Berkelakuan baiklah di sini. Jadikan masa ini sebagai tempat memperbaiki diri. Kelak ketika keluar, jadilah orang yang lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar."
Kalimat itu membuat banyak warga binaan tertunduk. Ada yang mengusap mata.

3. MOMEN PALING MENGHARUKAN: SHOLAWAT WAHIDIYAH BERSAMA
Inilah momen yang membuat suasana berubah total menjadi khidmat.

Seluruh warga binaan diajak berdoa dan bersholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW melalui Sholawat Wahidiyah.

Lantunan sholawat menggema di dalam lapas. Bukan lagi suara teriakan, bukan lagi suara keluh kesah. Tapi suara doa. Suara harapan.

Melalui sholawat itu, para warga binaan diajak untuk menguatkan diri, menenangkan hati, dan memohon kekuatan dalam menjalani masa hukuman yang sedang mereka jalani.

Kalapas Gunung Sindur, Bapak Bambang Wijanarko, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pembinaan tidak hanya soal disiplin, tapi juga soal menyentuh hati dan menguatkan mental agar warga binaan benar-benar siap kembali ke masyarakat.

Di akhir acara, wajah-wajah yang tadinya murung berubah menjadi lebih tenang dan penuh harapan.

Karena mereka sadar: masa lalu tidak bisa diubah, tapi masa depan masih bisa diperjuangkan.

Kegiatan PERADIN Jakarta Barat ini membuktikan satu hal: Hukum itu bukan hanya soal menghukum. Hukum itu soal memanusiakan manusia.

Soleh

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Ketua PERADIN & MAHUPIKI Turun Gunung! Firman Wijaya Diminta DPR Beri Pandangan Soal RUU Perampasa Aset
Next Article

Related to this topic:

Be the first to write a comment.