Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Dibalik Kemeriahan Karnival Sukorejo Malang, Terdapat Dana Support Ratusan Juta

MALANG, BRATAPOS.com – Gemuruh sound horeg, parade kendaraan hias, hingga beragam kostum kreasi bernuansa seni dan budaya Nusantara mewarnai kemeriahan Karnaval Desa Sukorejo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Sabtu (3/10/2026). Namun, di balik gegap gempita pesta rakyat tersebut, tersimpan cerita tentang dukungan pendanaan yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Karnaval yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-78 Desa Sukorejo itu, tak sekadar menjadi panggung unjuk kreativitas warga. Kegiatan tersebut juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat yang mendapat dukungan dana dari kepala desa setempat.

BACA JUGA : Bupati Tangerang Lepas Tim Soeratin U-13 El Zeds Kelapa Dua Menuju Bandung

Berdasarkan keterangan salah seorang peserta, kemeriahan karnaval tidak hanya bertumpu pada swadaya dan kekompakan warga. Kepala Desa Sukorejo, H. Munakib, disebut memberikan bantuan dana sekitar Rp10 juta untuk masing-masing RT.

“Alhamdulillah, acara cukup meriah karena warga saling kompak. Ada semangat tersendiri dari Pak Kades. Dari 12 RT, masing-masing RT diberi dukungan dana sekitar Rp10 juta,” ungkap salah seorang peserta.

Jika mengacu pada keterangan tersebut, total dukungan dana untuk 12 RT mencapai sekitar Rp120 juta. Angka itu menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian di balik terselenggaranya pesta rakyat dengan berbagai penampilan dan hiburan tersebut.

Untuk memperoleh kejelasan mengenai sumber pendanaan, Bratapos.com mengonfirmasi langsung kepada Kepala Desa Sukorejo, H. Munakib.

Dalam keterangannya, Munakib, menegaskan bahwa dana yang diberikan kepada warga berasal dari uang pribadinya, bukan dari anggaran pemerintah desa. Ia menyebut, hasil panen kopi sebagai sumber dana yang digunakan untuk mendukung kegiatan tersebut.

“Oh, masalah dana itu murni dari dana pribadi saya, Mas. Biar masyarakat saya senang dan bisa meringankan beban warga. Pesan saya, jangan berfoya-foya. Gunakan seperlunya. Kalau masih ada lebih, bisa dimasukkan ke kas untuk acara tahun depan. Saya perjelas lagi, dana itu murni hasil panen kopi, bukan dana hasil korupsi,” tegas Munakib.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan Munakib, mengenai sumber dana yang ia gunakan untuk mendukung kegiatan masyarakat. Menurutnya, bantuan itu diberikan agar warga dapat mengikuti karnaval dengan lebih leluasa tanpa harus menanggung seluruh kebutuhan kegiatan secara mandiri.

Ia juga mengingatkan, agar dana yang diterima setiap RT dikelola secara bijak. Pengeluaran, kata dia, harus disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan, sedangkan sisa dana dapat disimpan sebagai kas untuk penyelenggaraan karnaval pada tahun berikutnya.

Meski demikian, besaran keseluruhan dana dan penggunaannya tetap perlu dipahami berdasarkan keterangan pihak-pihak terkait serta rincian pengelolaan masing-masing RT.

Kemeriahan Karnaval Sukorejo semakin terasa dengan kehadiran 12 peserta sound system yang turut meramaikan jalannya kegiatan. Sejumlah nama yang disebut hadir di antaranya Bintang Perkasa (BP), H Pro Audio, Blizzard Audio, Ima Production, Hasil Bumi Audio, Ersya Musik Audio, Mam Borneo Audio, Ugratani Audio, Triazz Audio, BG Saftaya, RJ Junior Audio, dan AN Audio.

Kehadiran deretan sound system tersebut menambah semarak suasana karnaval yang dipadukan dengan parade kendaraan hias, serta penampilan peserta dalam balutan beragam kreasi seni dan budaya.

Antusiasme warga menjadi bagian penting dari perayaan tersebut. Masyarakat tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga terlibat langsung dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan melalui lingkungan RT dan RW masing-masing.

Di tengah perkembangan hiburan modern, karnaval semacam ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat hubungan sosial antar warga.

Munakib mengatakan, penyelenggaraan karnaval bukan semata-mata untuk menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana menumbuhkan kecintaan terhadap kebudayaan Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, keterlibatan warga dari berbagai lingkungan memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kegiatan kreatif yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Ia juga berharap, generasi muda tidak melupakan akar budaya bangsa dan terus mengambil peran dalam menjaga serta melestarikan tradisi di tengah perubahan zaman.

“Kami ingin masyarakat senang, tetapi yang lebih penting, generasi muda tetap mencintai dan menjaga kebudayaan Indonesia,” pesannya.

Karnaval Sukorejo pun menjadi gambaran bagaimana pesta rakyat dapat mempertemukan hiburan, kreativitas, dan semangat kebersamaan. Di balik gemuruh sound system dan meriahnya parade, tersimpan harapan agar tradisi gotong royong tetap terjaga dan kebudayaan lokal terus mendapat tempat di tengah masyarakat. (lor/bp-smr)

 

Pewarta: SHELOR

Publisher: Kepala Cabang Bratapos Media Wilayah Semeru

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Kades Paspan Diperiksa Bersama Adik, Kapolsek Glagah: Kasus Dugaan Pengancaman Masih Diselidiki
Next Article

Related to this topic:

Be the first to write a comment.