Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

OJK Buka Akses Modal Nelayan Banyuwangi, Rp117 Miliar Digelontorkan untuk Pengembangan Usaha

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Upaya memperluas inklusi keuangan di sektor pesisir terus diperkuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember mencatat, sebanyak 5.635 nelayan di Kabupaten Banyuwangi telah mendapatkan akses pembiayaan formal senilai Rp117 miliar melalui program Stop Rentenir “Osing”.

Program ini menjadi instrumen strategis untuk menekan ketergantungan masyarakat nelayan terhadap pinjaman ilegal, sekaligus mendorong pengembangan usaha berbasis ekonomi produktif.

BACA JUGA : Sasaran TMMD Ke-129 Kodim 0208/Ponorogo Paving Jalan Poros Desa Sepanjang 1 KM

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi atas langkah OJK dalam membuka akses keuangan yang lebih luas bagi masyarakat pesisir. Menurutnya, keberlanjutan program ini sangat penting untuk memperkuat struktur ekonomi daerah.

“Program seperti ini sangat dibutuhkan. Kami berharap tidak hanya nelayan, tetapi juga pelaku usaha sektor informal lainnya di Banyuwangi bisa mendapatkan akses pembiayaan yang sama,” ujar Ipuk, saat menerima tim OJK Jember di Kantor Bupati, Kamis (16/4/2026).

Kepala OJK Jember, Aris Soerachman, menjelaskan bahwa program Osing (Ojo Isin Isun Ngamprah ning Bank) lahir dari rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan nelayan. Kondisi ini, selama ini membuat mereka rentan terjerat praktik rentenir dengan bunga tinggi.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan masyarakat tidak lagi bergantung pada rentenir. Akses pembiayaan formal kami dorong, agar nelayan bisa mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” jelas Aris.

Lebih jauh, Aris menegaskan bahwa pembiayaan tersebut tidak hanya untuk kebutuhan melaut, tetapi juga diarahkan pada penguatan hilirisasi ekonomi, seperti pengolahan hasil tangkap, distribusi, hingga pemasaran produk perikanan.

“Dengan akses keuangan yang lebih baik, nelayan tidak hanya bergantung pada hasil tangkap, tetapi juga bisa masuk ke sektor pengolahan dan meningkatkan nilai tambah,” tegasnya.

Tak hanya sektor perikanan, OJK juga mulai mengarahkan perhatian pada penguatan ekosistem keuangan di sektor pariwisata Banyuwangi yang dinilai memiliki potensi besar.

“Kami melihat pariwisata Banyuwangi sangat potensial. OJK siap mendukung pembiayaan bagi para pelaku dan stakeholder wisata untuk memperkuat ekonomi daerah,” pungkas Aris.

Program ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam mendorong keuangan inklusif, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat akar rumput melalui akses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Revitalisasi 95 Persen, Pemkab Banyuwangi Mulai Sosialisasi Penataan Pedagang Pasar Modern Berbasis Wisata
Next Article
Mafia BBM Jenis Solar Bersubsidi Digulung Polres Gresik, Puluhan Ribu Liter Disita

Related to this topic:

Be the first to write a comment.