Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62: Lapas Banyuwangi Gelar Bakti Sosial Bersih Lingkungan dan Tempat Ibadah

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar aksi bakti sosial berupa kegiatan bersih-bersih lingkungan dan tempat ibadah, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian nasional yang digelar jajaran pemasyarakatan untuk memperkuat budaya kebersihan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Aksi gotong royong tersebut melibatkan pejabat struktural, pegawai lapas, hingga perwakilan warga binaan. Fokus kegiatan dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Masjid Nurul Yasin Fatimah di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi serta area perkantoran Lapas Banyuwangi.

BACA JUGA : Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Tani Merdeka Ngawi Siap Kawal Program Gizi hingga Tingkat Petani

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas pembinaan warga binaan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, lingkungan kerja yang sehat, tertib, dan representatif menjadi fondasi penting dalam menciptakan tata kelola pemasyarakatan yang profesional.

“Optimalisasi peran pemasyarakatan dalam membina warga binaan dan melayani masyarakat memerlukan lingkungan kerja yang sehat, tertib, dan representatif. Kondisi lingkungan yang baik akan menciptakan suasana kerja yang produktif, serta proses pembinaan yang lebih kondusif,” ujar Wayan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi bersih-bersih rutin, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya organisasi yang disiplin, tertata, dan berorientasi pada kualitas layanan.

Dalam konteks pemasyarakatan modern, kondisi lingkungan dinilai mencerminkan kualitas penyelenggaraan institusi secara menyeluruh, termasuk profesionalisme aparatur dalam menjalankan tugas pembinaan.

Selain mempercantik area internal lapas, pembersihan Masjid Nurul Yasin Fatimah juga menjadi bentuk kepedulian terhadap fasilitas publik. Sarana ibadah tersebut, selama ini dimanfaatkan oleh petugas maupun warga binaan yang tengah mengikuti program pembinaan kemandirian di SAE Paswangi.

Dengan menjaga kebersihan tempat ibadah, Lapas Banyuwangi ingin memastikan fasilitas tersebut tetap nyaman, layak, dan mendukung aktivitas spiritual seluruh pengguna.

“Hal ini sejalan dengan motto kami, bahwa pemasyarakatan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui bakti sosial ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan terus bertransformasi menjadi institusi yang peduli dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari itu berjalan tertib dan lancar. Momentum Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara petugas dan warga binaan, sekaligus menanamkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.

Lebih dari sekadar simbol peringatan, aksi sosial ini menegaskan komitmen Lapas Banyuwangi dalam menghadirkan sistem pemasyarakatan yang humanis, produktif, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Doa Bersama Warnai Peringatan Dirgahayu ke-80 TNI AU di Detasemen Rajegwesi Banyuwangi
Next Article
Kebakaran Dapur Barokah Banyuwangi Dipicu Kebocoran LPG, Dua Karyawan Alami Luka Ringan

Related to this topic:

Be the first to write a comment.