Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Audrey Bianca Angkat Desa Adat Osing Kemiren ke Panggung Global Miss World 2026

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Representasi budaya lokal Banyuwangi menembus panggung internasional. Audrey Bianca Callista memilih Desa Adat Osing Kemiren sebagai lokasi utama syuting video profil untuk ajang Miss World 2026 yang akan digelar di Vietnam pada 9 Agustus–5 September 2026.

Pemilihan Kemiren bukan keputusan simbolik semata. Desa adat yang menjadi pusat kebudayaan Suku Osing ini, dinilai memiliki kekuatan visual dan narasi budaya yang autentik, dua elemen krusial dalam membangun storytelling personal di panggung global. 

BACA JUGA : Dekopinda Dituntut Perkuat Kolaborasi, Wujudkan Koperasi Modern dan Berdaya Saing

Lanskap tradisional, arsitektur khas, hingga aktivitas masyarakat yang masih memegang teguh nilai leluhur menjadikan Kemiren sebagai representasi utuh wajah Banyuwangi.

Selama proses produksi, Audrey tidak hanya tampil sebagai model visual, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas keseharian warga. Ia memainkan musik tradisional Gedogan, hingga belajar membatik dengan motif khas Banyuwangi. Pendekatan ini memperkuat dimensi humanis dalam video, sekaligus menampilkan interaksi organik antara duta Indonesia dan budaya lokal.

Eksplorasi juga merambah sektor kuliner. Proses pembuatan Pecel Pithik, hidangan khas Osing berbasis kelapa dan ayam kampung, diangkat sebagai highlight gastronomi. Teknik pengolahan tradisional yang sarat filosofi menjadi daya tarik tersendiri.

“Rasanya sangat kompleks, gurih, segar, dengan sentuhan pedas yang khas,” ujar Audrey usai mencicipi hidangan Khas Suku Osing, Jum'at (17/4/2026).

Lebih jauh, Audrey menilai Desa Kemiren memiliki positioning kuat sebagai destinasi wisata berbasis budaya. Keaslian tata ruang desa, keramahan masyarakat, serta kekayaan tradisi menjadikannya layak bersaing di pasar pariwisata internasional.

“Ini destinasi yang wajib dikunjungi ketika berada di Banyuwangi,” tegasnya.

Kehadiran Desa Kemiren dalam materi promosi Miss World 2026, menandai babak baru diplomasi budaya daerah. Banyuwangi tidak hanya tampil sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat peradaban lokal yang mampu berbicara di forum global. Dengan diferensiasi berbasis adat dan kearifan lokal, Kemiren kini diproyeksikan menjadi ikon pariwisata budaya Indonesia di mata dunia. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Puncak Puthuk Giri Banyuwangi: Jejak Spiritual Ibu Sunan Giri yang Sarat Sejarah dan Tragedi
Next Article
Penangkapan Pupuk Subsidi Ilegal Yang Diduga Dilakukan Intel Kodam IV, Berakhir BB Di Titipkan Ke Polres Blora.

Related to this topic:

Be the first to write a comment.