MALANG, BRATAPOS.com – Persoalan sampah pasca-Perhelatan “Kesemsem Dampit” di Kabupaten Malang mendapat perhatian serius. Tumpukan dan ceceran sampah masih terlihat di sejumlah titik sepanjang jalan belakang Terminal Bus Dampit setelah kegiatan berlangsung.
Pantauan dan laporan masyarakat menyebutkan, sampah berupa kemasan makanan, kantong plastik hingga material lainnya masih berserakan di kawasan tersebut. Kondisi itu memunculkan sorotan mengenai penanganan kebersihan dan pemulihan lokasi setelah kegiatan yang berlangsung di ruang publik.
BACA JUGA :
Pimpinan Redaksi Media Bratapos.com Ucapkan Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026, Dr. Zaibi Susanto, SH., MH: Pers Harus Jadi Penjaga Pancasila
Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang menyatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT), termasuk berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat.
Hal itu disampaikan Dedik, Kepala Bidang (Kabid) pada DLH Kabupaten Malang, saat dikonfirmasi BRATAPOS.com melalui sambungan telepon, Rabu (30/9/2026).
Saat dikonfirmasi mengenai banyaknya sampah yang masih berserakan pasca kegiatan, Dedik mengatakan persoalan tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak UPT.
“Iya coba nanti saya kroscek ke teman-teman dulu, seperti apa hasil koordinasinya dengan pihak Desa dan Kecamatan,” ujar Dedik.
Pernyataan tersebut menunjukkan, bahwa DLH Kabupaten Malang masih melakukan penelusuran terkait kondisi lapangan, serta koordinasi penanganan sampah di kawasan tersebut.
Persoalan ini menjadi perhatian serius setelah sejumlah keluhan masyarakat terkait sampah yang belum seluruhnya tertangani. Selain berserakan, masyarakat juga menyebut terdapat sampah yang dibakar di lokasi. Bahkan, praktik pembakaran sampah secara terbuka pun turut menjadi sorotan. Karena berpotensi menimbulkan asap dan mengganggu kenyamanan masyarakat.
Kondisi tersebut tak luput dari sorotan tajam sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan ulama setempat. Pasalnya, pasca-perhelatan “Kesemsem Dampit”, tumpukan dan ceceran sampah hingga kini masih terlihat berserakan di sejumlah titik.
“Harusnya selesai acara sampah-sampah langsung dibersihkan. Siapa yang tanggung jawab? Masyarakat Dampit itu mayoritas Muslim. Kudune ngertilah, kebersihan itu bagian dari iman,” tegas Ustadz Muklis.
Para tokoh menilai, kondisi tersebut menimbulkan kesan seolah tidak ada pihak yang bertanggung jawab atas penanganan sampah tersebut. Terlebih, muncul sorotan bahwa pihak-pihak terkait justru terkesan saling melempar tanggung jawab, sehingga persoalan sampah pasca-perhelatan tersebut belum sepenuhnya tertangani.
BRATAPOS.com sebelumnya telah berupaya meminta klarifikasi kepada panitia penyelenggara pada Selasa (29/9/2026) malam, terkait penanganan kebersihan pasca kegiatan. Namun, Konfirmasi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp hingga berita ini ditulis belum mendapatkan tanggapan.
Persoalan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengecekan semata. Penanganan sampah pasca kegiatan di ruang publik membutuhkan koordinasi yang jelas, agar kawasan yang digunakan untuk kegiatan masyarakat dapat kembali bersih dan nyaman.
Kondisi tersebut memantik kekesalan sekaligus keheranan warga setempat. Mereka mempertanyakan mengapa sampah masih terlihat berserakan di sepanjang jalan, padahal perhelatan “Kesemsem Dampit” telah selesai digelar beberapa hari yang lalu.
“Emangnya gak ada panitianya, Mas? Kok sampahnya masih numpuk seperti itu. Saya juga nonton Kesemsem Dampit, acaranya cukup meriah. Tapi persoalan sampah-sampah ini, sebenarnya siapa yang bertanggung jawab?” ungkap Jarwo atau yang akrab disapa Kanjeng Doso.
DLH Kabupaten Malang melalui Dedik menyatakan akan melakukan kroscek lebih lanjut kepada pihak UPT, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk mengetahui kondisi serta langkah penanganan di lapangan.
BRATAPOS.com akan terus memantau tindak lanjut penanganan persoalan sampah tersebut, termasuk perkembangan koordinasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang dengan UPT, pemerintah desa, serta pihak kecamatan setempat.
Pasalnya, persoalan sampah ini terkesan saling lempar tanggung jawab. Kesan tersebut muncul berdasarkan hasil konfirmasi awak media kepada sejumlah pihak terkait, dimana panitia penyelenggara telah beberapa kali dikonfirmasi namun belum memberikan respons, sementara konfirmasi kepada pihak Desa juga belum mendapat tanggapan. Sedangkan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) merespons dengan menyatakan akan melakukan pengecekan ke lokasi dan masih akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan persoalan sampah tersebut. (lor/bp-smr)
Pewarta: SHELOR
Publisher: Kepala Cabang Bratapos Media Wilayah Semeru
Prev Article
Kades Paspan Dilaporkan Dugaan Pengancaman, Kuasa Hukum: Tak Ada yang Mengancam maupun yang Diancam