BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperketat pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok. Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional hingga pabrik penggilingan beras, Kamis (12/3/2026).
Sidak tersebut melibatkan sejumlah instansi strategis, di antaranya Perum Bulog, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dan Badan Pusat Statistik (BPS). Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil, sekaligus menjamin stok pangan mencukupi hingga Lebaran.
BACA JUGA :
Sekolah Rakyat Jember Capai 90 Persen, Siap Layani Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memantau harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok dalam jumlah cukup, guna memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri,” ujar Mujiono.
Sidak diawali di Pasar Rogojampi, salah satu pusat aktivitas perdagangan masyarakat di wilayah selatan Banyuwangi.
Dalam kunjungan tersebut, Mujiono mengecek harga berbagai komoditas strategis yang menjadi indikator stabilitas pangan. Berdasarkan pantauan di lapangan, harga beberapa bahan pokok masih relatif terkendali, meski ada sedikit kenaikan pada komoditas tertentu menjelang Lebaran.
Beberapa harga komoditas yang tercatat di antaranya:
▪︎ Ayam potong: Rp38.000 per kilogram
▪︎ Telur ayam: Rp30.000 per kilogram
▪︎ Daging sapi: Rp140.000 per kilogram
▪︎ Bawang merah: Rp36.000 per kilogram
▪︎ Cabai rawit: Rp97.000 per kilogram
Menurut Mujiono, kenaikan harga pada komoditas seperti daging sapi merupakan fenomena musiman yang lazim terjadi menjelang Idul Fitri akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
“Memang ada kenaikan pada beberapa komoditas seperti daging sapi, namun ini bersifat fluktuasi musiman menjelang Lebaran. Untuk bahan pokok lain seperti bawang merah, bawang putih, dan telur masih relatif terkendali. Bahkan harga cabai saat ini cenderung menurun,” jelasnya.
Ia juga memastikan dari hasil dialog dengan para pedagang, bahwa ketersediaan stok bahan pokok masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banyuwangi hingga Lebaran.
Usai dari pasar, rombongan melanjutkan sidak ke pabrik penggilingan beras PT Ratu Pangan Sejahtera di Kecamatan Kabat.
Pabrik tersebut diketahui memiliki kapasitas produksi yang cukup besar, yakni sekitar 250 hingga 300 ton beras setiap hari. Selain memenuhi kebutuhan lokal, sebagian besar produksi beras juga didistribusikan ke luar daerah, termasuk ke wilayah Bali.
“Alhamdulillah, untuk komoditas beras kondisi Banyuwangi sangat aman bahkan surplus. Penggilingan ini bahkan menyuplai sebagian besar produknya ke luar daerah,” ujar Mujiono.
Owner PT Ratu Pangan Sejahtera, Irwan Kuswanto, mengungkapkan bahwa permintaan beras mulai mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
“Sejak dua hari terakhir permintaan meningkat hingga 100 persen, terutama dari toko-toko yang menambah stok menjelang Lebaran. Selain itu, permintaan beras kemasan untuk kebutuhan zakat juga meningkat,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Perum Bulog Banyuwangi, Krisna Yudha, memastikan stok beras pemerintah dalam kondisi sangat aman.
Saat ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog Banyuwangi tercatat mencapai sekitar 100 ribu ton. Selain itu, program penyerapan gabah dari petani yang dilakukan Bulog telah mencapai 26 ribu ton.
“Stok beras Banyuwangi sangat aman dan dipastikan mencukupi hingga akhir tahun,” tegas Krisna.
Sebelumnya, Mujiono juga telah melakukan pengecekan terhadap distribusi dan stok elpiji di Banyuwangi. Pemerintah daerah memastikan pasokan elpiji tetap terjaga hingga setelah Idul Fitri.
Langkah monitoring yang dilakukan pemerintah daerah ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas harga, sekaligus mengantisipasi lonjakan permintaan pangan selama momentum Lebaran.
Dengan pengawasan langsung di lapangan, Pemkab Banyuwangi berharap masyarakat dapat menjalani bulan Ramadan hingga Idul Fitri dengan kondisi pasokan bahan pokok yang aman dan harga yang tetap terkendali. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Direktur PK Ditjenpas Tinjau SAE Paswangi Lapas Banyuwangi, Apresiasi Produktivitas Pembinaan Warga Binaan
Next Article
Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Ditutup Saat Nyepi 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Skema Pengalihan Kendaraan