Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Proyek HIPPA Desa Jeruk Porot Tuai Sorotan, Pendamping Terkesan Buta/Membiarkan Atas Dugaan Penyimpangan

Sampang,bratapos.com - Dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan sebagai upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat, kegiatan Program Percepatan Peningkatan tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) sebagai kegiatan Padat karya  pemerintah yang dalam hal ini Kementrian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai ( BBWS) Brantas Jawa Timur

Menuai sorotan publik, perihal tersebut ada dugaan penyimpangan serta pekerjaa asal jadi di Kabupaten sampang khususnya kecamatan Torjun desa Jeruk porot , bagaimana tidak saat media ini monitoring kelokasi pekerjaan material yang digunakan dugaan kuat tidak sesuai spek/RAB 

BACA JUGA : BLT - DD Tahap ll Tahun 2026 Pemerintah Desa Jagir Sudah Tersalurkan Untuk 16 KPM

Pasalnya pasir yang digunakan warnanya kecoklatan dimana kadar tanahnya lebih mendominan dari pada pasir yang ditentukan, sehingga saat dilakukan pencampuran semen, terlihat layaknya lumpur/celot yang di aduk. 

Bukan hanya itu pembangunan proyek saluran  irigasi yang dikerjakan oleh kelompok P3A JPR Bangkit desa jeruk porot dengan Anggaran Rp 195,000,000 metarial batunya pun dipertanyakan kwalitasnya, batu yang digunakan terlihat putih pucat layaknya kurang darah , 

Lebih mirisnya, pendamping HIPPA berada dilokasi terkesan membiarkan serta cuek dengan adanya dugaan ketidak sesuaian perihal meterial serta teknik pemasangannya, saat ditemui awak media pendamping justru mengarahkan media ini kepada Anggota DPRD Kabupaten sampang. 

Iya, itu pasir dari Jawa, yang digunakan, tunggu dulu mas , ini pak Dewan mau bicara, ungkapnya. Saat dilapangan sembari sodorkan Handphonenya. 

Saat di konfrimasi melalui Telepon seluler Oknum Anggota DPRD tersebut mengatakan, " Iya Saya tidak tahu perihal itu, biar nanti saya akan ganti pasirnya, ucapnya. 

Sangat disayangkan ketika pekerjaan Pembangunan saluran irigasi HiPPA dilaksanakan dengan dugaan tidak sesuai, pendamping justru membiarkan dan terkesan buta tidak melihat, namun ini justru menimbulkan banyak pertanyaan terkait legalitas pendamping itu sendiri, atau tutup mata karena turut serta dalam Permaianan atas  dugaan penyimpangan.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Sidang Sengketa Informasi: BPKPD Simalungun Sebut Dokumen Aset Kantor Bupati dan Rumah Dinas Belum Dikuasai.
Next Article
Disdik Kota Madiun Tegaskan Isu Pungutan Seragam OSIS dan Pramuka Hoaks, Program Seragam Gratis Tetap Berjalan

Related to this topic:

Be the first to write a comment.