Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Seni Bonsai Jadi Media Edukasi Bernilai Ekonomis, Nurcahyono Dan M. Nanda Eri Putro Beri Inspirasi di Expo Koperasi Wahidiyah

JAKARTA II Bratapos.com - Suasana Expo Koperasi Wahidiyah semakin semarak dengan hadirnya sesi edukasi seni bonsai yang menarik perhatian para pengunjung dari berbagai kalangan. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, Nurcahyono,S.P., M.Agr. dan M. Nanda Eri Putro, S.HI., yang membagikan pengetahuan mengenai seni membentuk, merawat, dan mengembangkan bonsai sebagai hobi yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dalam pemaparannya Nurcahyono menjelaskan bahwa bonsai bukan sekadar tanaman hias, melainkan karya seni yang memadukan ketelatenan, kreativitas, dan kesabaran. Dengan teknik perawatan yang tepat, pemangkasan yang teratur, pembentukan karakter pohon, serta pemilihan media tanam yang sesuai, sebuah bonsai dapat mengalami peningkatan nilai jual yang sangat signifikan.

BACA JUGA : Galian C Diduga Ilegal di Soko, Semakin Exist Tuai Sorotan Tajam Dari Publik

"Nilai sebuah bonsai tidak hanya ditentukan oleh usia tanaman, tetapi juga oleh karakter, keindahan, kesehatan, dan sentuhan seni dari pembuatnya. Bonsai yang dirawat dengan baik dapat bernilai jutaan hingga ratusan juta rupiah," jelas Nurcahyono di hadapan peserta, Minggu (5/7/2026)

Sementara itu, M. Nanda Eri Putro menekankan bahwa seni bonsai memiliki potensi besar sebagai peluang usaha kreatif menurutnya,masyarakat khususnya generasi muda dapat menjadikan bonsai sebagai sumber penghasilan sekaligus sarana pelestarian lingkungan.

"Melalui bonsai, kita belajar disiplin, kesabaran, dan kecintaan terhadap alam. Di sisi lain, bonsai juga membuka peluang ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara profesional," ujarnya.

Sesi edukasi berlangsung interaktif. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan mengenai teknik perawatan, pembentukan batang dan cabang, pemupukan, hingga strategi meningkatkan nilai jual bonsai di pasar nasional maupun internasional.

Kehadiran edukasi seni bonsai di Expo Koperasi Wahidiyah menjadi bukti bahwa koperasi tidak hanya berperan dalam penguatan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pengembangan keterampilan, inovasi, dan kewirausahaan berbasis potensi lokal.

Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa bonsai bukan sekadar hobi, melainkan investasi seni yang mampu menghasilkan nilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan hidup. Expo Koperasi Wahidiyah pun berhasil menghadirkan inspirasi bahwa kreativitas, apabila dipadukan dengan ilmu dan ketekunan, dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi masa depan.

Hartono

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Program Bhakti TNI AD Sumur Bor Di Desa Kubalahing Masuk Tahap Driling
Next Article
DPC Gerindra Kabupaten Tangerang Salurkan Bantuan di Desa Tanjakan Mekar

Related to this topic:

Be the first to write a comment.