Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

IMAN NAIK TURUN SEPERTI RUPIAH-DOLAR, TGH. TAISIR AL AZHAR SERUKAN JAGA UKHUWAH DI MASJID NURUL IMAN SENGGIGI

KOMENTAR 1202

Senggigi, Lobar||bratapos.com – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Jami’ Nurul Iman Senggigi dalam kegiatan pengajian rutin malam Jum’at yang diawali dengan sholat Magrib berjamaah. Kegiatan ini terus menjadi magnet spiritual bagi masyarakat dalam memperkuat keimanan dan persaudaraan Islam, Jum'at malam [15/05/26].

Dalam tausiyahnya, penceramah kharismatik "TGH. M. Taisir Al Azhar, Lc., S.Ag., M.A.", menyampaikan pesan mendalam bahwa iman manusia tidak bersifat tetap, melainkan fluktuatif—naik dan turun layaknya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang dipengaruhi kondisi. Menurut beliau, iman akan meningkat seiring dengan ketaatan dan ibadah, namun akan melemah ketika manusia terjerumus dalam dosa.

BACA JUGA : Bupati Deli Serdang Ikuti Raker dan RDP Komisi II DPR RI Bahas Penataan PPPK dan Honorer

“Iman itu tidak statis. Kalau kita rajin ibadah, mendekat kepada Allah, maka iman akan naik. Tapi kalau kita lalai dan banyak melakukan dosa, iman bisa jatuh,” tegas beliau di hadapan jamaah.

Beliau menekankan bahwa salah satu cara paling efektif menjaga stabilitas iman adalah dengan rutin menghadiri majelis ilmu seperti pengajian. Selain itu, umat Islam juga diperintahkan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, karena hal tersebut merupakan ciri orang-orang beriman.

Lebih jauh, "TGH. Taisir Al Azhar", mengangkat pentingnya menjaga persatuan dan persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Hujurat. Ia mengingatkan bahwa perpecahan, perselisihan, dan sikap saling menjatuhkan hanya akan melemahkan kekuatan umat.

Dalam penyampaiannya yang tegas, beliau juga mengingatkan bahaya sikap merendahkan, membully, dan menghina sesama. “Jangan pernah meremehkan orang lain, karena bisa jadi yang kita rendahkan itu lebih mulia di sisi Allah. Bahkan bisa jadi dia wali Allah,” ujarnya.

Pesan ini menjadi peringatan keras, terutama bagi para tokoh masyarakat, guru, dan pemimpin, agar senantiasa menjaga sikap, lisan, serta menjadi teladan dalam memperkuat persatuan umat, bukan justru memperkeruh keadaan dengan sikap saling menjatuhkan.

Pengajian rutin malam Jum’at di Masjid Jami’ Nurul Iman Senggigi ini tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan, tetapi juga wadah strategis dalam membangun kesadaran kolektif umat untuk tetap bersatu, saling menghormati, dan menjauhi perpecahan.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman yang terus digaungkan, diharapkan kegiatan ini mampu menjadi benteng moral dan spiritual masyarakat Senggigi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.....(Omenz80)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Respon Cepat Satlantas Polres Ponorogo Tanggapi Keresahan Warga Soal Tilang Elektronik (ETLE)
Next Article
Heru Satriyo Dorong Peluncuran “Sumpah Kopi Indonesia”, Jember Disiapkan Jadi Episentrum Kopi Nusantara

Related to this topic:

Be the first to write a comment.