Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

LPDP Buka Peluang di Universitas Iqra Buru’Menuju Indonesia Emas 2045

Namlea | bratapos.com -  Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan terus memperluas akses informasi dan kesempatan memperoleh Beasiswa LPDP bagi talenta terbaik dari seluruh Indonesia melalui kegiatan Sosialisasi Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Universitas Iqra Buru (UNIQBU), Selasa (7/7). 

Untuk pertama kalinya, LPDP hadir menyelenggarakan sosialisasi secara langsung di Pulau Buru sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses informasi beasiswa yang lebih merata dan inklusif.

BACA JUGA : Sempat Putus Sekolah, Tiga Siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi Lulus dan Siap Wujudkan Masa Depan

Pemilihan Universitas Iqra Buru sebagai lokasi sosialisasi juga mencerminkan keberpihakan pemerintah kepada daerah afirmasi. 

 

Seluruh kabupaten/kota di Provinsi Maluku, termasuk Kabupaten Buru, merupakan bagian dari daerah afirmasi LPDP. Melalui kegiatan ini, LPDP ingin memastikan putra-putri terbaik dari daerah afirmasi memperoleh akses informasi yang setara, memahami peluang yang tersedia, serta memiliki kesempatan yang lebih luas untuk melanjutkan studi melalui Beasiswa LPDP.

 

Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi Beasiswa LPDP, Andar Ramona Sinaga, menjelaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju. Karena itu, LPDP tidak hanya berperan sebagai penyelenggara program beasiswa, tetapi juga sebagai pengelola Dana Abadi di Bidang 

Pendidikan yang memastikan keberlanjutan investasi negara dalam pendidikan, riset, perguruan tinggi, dan kebudayaan.

 

"Baru saja, Dana Abadi di Bidang Pendidikan yang dikelola LPDP bertambah Rp15 T, sehingga totalnya mencapai Rp195,81, 81 T. Angka ini tentu terlihat besar, namun untuk melayani pendidikan ratusan juta rakyat Indonesia tentu menjadi tantangan besar. Meski demikian adanya Dana Abadi ini dan keberpihakan kepada kelompok afirmasi, memberi harapan kepada kita semua bahwa kita berkomitmen kepada pembangunan manusia dan peningkatan taraf hidup kita semua", ungkap Andar. 

 

Saat ini, total Dana Abadi yang dikelola LPDP telah mencapai Rp195,81,81 triliun, yang terdiri atas Dana Abadi Pendidikan sebesar Rp163,12 triliun, Dana Abadi Penelitian sebesar Rp13,99 triliun, Dana Abadi Perguruan Tinggi sebesar Rp11 triliun, Dana Abadi Kebudayaan sebesar Rp6 triliun, serta Dana Abadi Pendidikan Sekolah Garuda sebesar Rp1,7 triliun. 

Penambahan Dana Abadi Pendidikan sebesar Rp15 triliun pada tahun ini semakin memperkuat komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Dalam paparannya, Andar menjelaskan bahwa LPDP kini terus bertransformasi dari lembaga yang berfokus pada pendanaan pendidikan (education-centric) menjadi lembaga yang berorientasi pada dampak (impact-driven). Melalui berbagai program beasiswa, riset, dan kolaborasi strategis, LPDP mendorong lahirnya talenta-talenta unggul yang mampu menjadi inovator, pemimpin, peneliti, akademisi, maupun wirausahawan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.

 

Sejalan dengan arah pembangunan nasional, LPDP juga terus menajamkan fokus pengembangan talenta pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan berbagai industri strategis nasional, tanpa mengabaikan pentingnya bidang SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education) sebagai fondasi pembangunan manusia Indonesia yang utuh.

 

Tren Positif Kinerja Layanan LPDP Sejak berdiri pada tahun 2013, LPDP terus menunjukkan tren positif dalam pengelolaan Dana Abadi di Bidang Pendidikan dan penyelenggaraan berbagai program pengembangan talenta nasional.

 

Hingga 31 Mei 2026, LPDP telah memberikan Beasiswa LPDP kepada 58.749 penerima, yang terdiri atas 42.464 penerima magister, 12.462 penerima doktor, 3.382 dokter spesialis, dan 441 peserta program non-degree. Selain itu, melalui berbagai program kolaborasi bersama kementerian dan lembaga, LPDP telah memberikan manfaat kepada lebih dari 625 ribu penerima beasiswa, mendanai 4.323 proyek riset, memperkuat 23 Perguruan Tinggi Negeri 

Berbadan Hukum, serta mendukung ribuan penerima manfaat Dana Abadi Kebudayaan.

Jumlah alumni program degree juga terus meningkat. Hingga Mei 2026, tercatat 37.331 alumni telah menyelesaikan studinya, sementara 37.369 awardee lainnya masih menjalani pendidikan di berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri. Dalam beberapa tahun mendatang, jumlah tersebut diproyeksikan akan terus bertambah seiring semakin banyaknya penerima beasiswa yang menyelesaikan studi dan kembali berkontribusi di berbagai sektor pembangunan nasional.

 

Keberpihakan Lebih Luas pada Kelompok AfirmasiDalam kesempatan tersebut, Andar juga menyampaikan berbagai kebijakan terbaru pada 

Seleksi Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 khususnya yang berkaitan dengan kelompok afirmasi. Untuk meringankan barrier to entry, LPDP menyempurnakan persyaratan kemampuan Bahasa Inggris. Pendaftar magister dan doktor tujuan luar negeri yang belum memiliki LoA Unconditional kini dapat menggunakan lebih banyak pilihan sertifikat, termasuk DET, TOEP, dan sertifikat Pusat Bahasa perguruan tinggi yang terdaftar di LPDP. 

Adapun pendaftar tujuan luar negeri yang telah memiliki LoA Unconditional sesuai ketentuan LPDPtidak lagi diwajibkan mengunggah sertifikat kemampuan Bahasa Inggris. Kebijakan ini memperluas akses tanpa mengurangi standar kualitas seleksi.

Untuk mendorong calon pendaftar memperluas pilihan studi sekaligus berani membidik perguruan tinggi terbaik dunia, Andar juga menjelaskan berbagai keuntungan bagi pendaftar yang telah memiliki LoA Unconditional dari kampus-kampus dalam daftar Universitas 

Unggulan LPDP. Pada Seleksi Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026, daftar Universitas Unggulan diperluas dari 17 menjadi 31 perguruan tinggi. Sebanyak 17 Universitas Unggulan tetap berlaku untuk seluruh program studi (all subjects), sementara 14 universitas tambahan diprioritaskan untuk bidang-bidang STEM yang mendukung pengembangan industri strategis nasional. Melalui Program Beasiswa Akselerasi pada Universitas Unggulan, pendaftar yang telah memperoleh LoA Unconditional dari 31 Universitas Unggulan tersebut juga akan mendapatkan prioritas sesuai ketentuan LPDP.

Rektor Universitas Iqra Buru, Dr. Muhammad Sehol, menyampaikan apresiasi atas kehadiran LPDP yang untuk pertama kalinya menyelenggarakan kegiatan sosialisasi di Pulau Buru. 

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan mahasiswa dan masyarakat mengenai peluang melanjutkan pendidikan melalui Beasiswa LPDP.

"Ini adalah salah satu bentuk perhatian pemerintah pusat kepada kami, Universitas Iqra Buru, stakeholders, dan seluruh masyarakat Buru untuk pembangunan manusianya. Kehadiran LPDP di sini tentu akan menyampaikan kesempatan bahwa program ini tidak hanya untuk dosen-dosen namun terbuka untuk seluruh masyarakat apa pun profesinya. 

"Kami sering bersuara bahwa ketertinggalan daerah ini harus mendapat perhatian dan Alhamdulillah, kita di Pulau Buru ini masuk dalam daerah afirmasi dan diberikan relaksasi berbagai persyaratan", ujar Sehol. 

Setidaknya sejak tahun 2018, mahasiswa Universitas Iqra Buru telah menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia dari Pulau Buru mampu bersaing secara nasional. Setiap tahun, selalu terdapat lulusan Universitas Iqra Buru yang berhasil memperoleh Beasiswa LPDP. Kehadiran LPDP secara langsung di Pulau Buru diharapkan semakin meningkatkan keberanian sekaligus kesiapan generasi muda daerah untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri.

Kegiatan Sosialisasi Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas mahasiswa tingkat akhir, dosen, tenaga kependidikan, aparatur sipil negara, unsur TNI dan Polri, tenaga kesehatan, serta masyarakat umum di Pulau Buru yang berminat melanjutkan pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan ini, LPDP berharap semakin banyak talenta terbaik dari Pulau Buru dan Provinsi Maluku yang memperoleh kesempatan mengakses pendidikan tinggi berkualitas, sehingga mampu menjadi bagian dari ekosistem talenta unggul Indonesia dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun bangsa.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Surat Masuk ke Bupati Deliserdang Tak Berbuah Tindakan, P2BMI dan GRPK Soroti Sikap Dinas Cipta Karya atas Pagar Gudang Tanpa PBG
Next Article

Related to this topic:

Be the first to write a comment.