Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Satu Dekade Terabaikan, Jalan Penghubung Empat Desa di Banyuwangi Kini Layaknya Kubangan Lumpur

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Selama lebih dari satu dekade, warga Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, harus berjibaku melewati jalan rusak yang kondisinya semakin memprihatinkan. Akses utama sepanjang satu kilometer yang menghubungkan empat desa lintas kecamatan itu kini berubah layaknya jalur off-road, penuh lubang, aspal terkelupas, bahkan sebagian sudah kembali menjadi tanah berbatu.

Jalan tersebut menjadi penghubung vital antara Desa Kemiri dan Sumberbaru di Kecamatan Singojuruh dengan Desa Parangharjo dan Sumberbulu di Kecamatan Songgon. Meski memiliki peran penting bagi mobilitas ekonomi dan pendidikan warga, perbaikan jalan tak kunjung direalisasikan.

BACA JUGA : Sekolah Rakyat Jember Capai 90 Persen, Siap Layani Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

“Setiap Musrenbangcam kami selalu mengusulkan perbaikan jalan ini, tapi hasilnya nihil. Bahkan sudah lima kali diajukan ke Dinas PU CKPP, tetap tidak ada tindak lanjut,” ujar salah satu tokoh warga setempat, Abdul Rohim, warga Dusun Rukem, Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, kondisi jalan semakin parah saat musim hujan. Genangan air menutup lubang-lubang besar dan membuat permukaan jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin.

“Kalau hujan, jalan seperti sungai kecil. Banyak pengendara jatuh karena tak tahu di mana lubang berada,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Bu Imas, warga Dusun Paeloan, Desa Sumberbaru. Setiap hari ia harus melewati jalan tersebut untuk mengantar anaknya ke sekolah.

“Kadang saya takut sekali kalau hujan, motor bisa terpeleset. Sudah lama kami berharap pemerintah turun tangan,” keluhnya.

Selain mengancam keselamatan, kerusakan jalan juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Hasil pertanian warga sulit diangkut keluar desa, karena kendaraan kerap terjebak di jalan berlumpur.

“Kalau panen, ongkos angkut jadi mahal karena mobil sulit lewat. Kadang sopir enggan masuk ke desa kami,” tutur Rohim.

Sementara itu, warga menilai Pemerintah Kabupaten Banyuwangi seolah tutup mata terhadap kondisi infrastruktur di wilayah mereka. Mereka berharap perhatian serius dari pihak terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) Kabupaten Banyuwangi, untuk segera melakukan perbaikan.

“Jalan ini bukan sekadar urusan nyaman atau tidak, tapi soal keselamatan dan perekonomian warga,” tegas salah satu pemuda desa.

Kini, masyarakat Sumberbaru dan sekitarnya hanya bisa berharap agar pemerintah segera turun tangan, sebelum kondisi jalan yang rusak parah ini menimbulkan korban jiwa. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Banyuwangi Borong Tiga Penghargaan di Inotek Award 2025, Bukti Konsistensi Daerah Paling Inovatif di Jawa Timur
Next Article
Dekatkan Layanan Publik, Pemkab Banyuwangi Tambah Armada Mobil Samsat Keliling

Related to this topic:

Be the first to write a comment.