Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Banyuwangi Borong Tiga Penghargaan di Inotek Award 2025, Bukti Konsistensi Daerah Paling Inovatif di Jawa Timur

SURABAYA, BRATAPOS.com — Kabupaten Banyuwangi kembali menegaskan predikatnya sebagai daerah paling inovatif di Jawa Timur. Dalam ajang Anugerah Inovasi Daerah dan Inovasi Teknologi (Inotek Award) 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Banyuwangi sukses memborong tiga penghargaan bergengsi sekaligus.

Tiga inovasi andalan tersebut meliputi:

BACA JUGA : Sekolah Rakyat Jember Capai 90 Persen, Siap Layani Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

▪︎ Program “Kanggo Riko” (Untuk Anda) yang meraih Juara II kategori Inovasi Daerah,

▪︎ Program “Klik Sekati” (Klinik Kesehatan Ikan dan Lingkungan) dari Dinas Perikanan yang masuk 15 besar kategori Inovasi Teknologi berbasis website dan mobile apps,

▪︎ serta Inovasi “Janji Cinta” (Jajanan Jelly Inovatif kaya Collagen aktivator, vitamIN, proteIN, Trace mineral, dan Antioksidan) dari RSUD Blambangan yang menyabet Juara II kategori Agribisnis.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Surabaya, Kamis (13/11/2025).

Dalam sambutannya, Emil Dardak menyebut Banyuwangi sebagai contoh nyata daerah yang berhasil mengintegrasikan teknologi, pemberdayaan sosial, dan pembangunan ekonomi lokal dalam satu ekosistem inovatif yang berkelanjutan.

“Banyuwangi konsisten menghadirkan inovasi yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga menyentuh masyarakat akar rumput. Ini yang membedakannya,” ujar Emil.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasinya atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa semangat inovasi Banyuwangi tidak sekadar mengejar prestasi, melainkan berorientasi pada manfaat sosial.

“Terima kasih kepada Pemprov Jatim atas apresiasi ini. Penghargaan ini menjadi penyemangat kami untuk terus menghadirkan inovasi yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat, terutama yang kurang mampu,” ujar Ipuk.

Program Kanggo Riko, yang berarti “Untuk Anda” dalam bahasa Osing Banyuwangi, merupakan terobosan sosial Pemkab Banyuwangi untuk memberdayakan ribuan rumah tangga miskin, dengan fokus kepada perempuan kepala keluarga.

Melalui program ini, para penerima manfaat difasilitasi pelatihan keterampilan, modal usaha, dan jaminan kesehatan melalui BPJS. Hingga kini, tercatat 8.788 penerima manfaat telah tergabung dalam program tersebut.

Sementara itu, inovasi Klik Sekati dari Dinas Perikanan Banyuwangi merupakan aplikasi digital yang memudahkan pemantauan kesehatan ikan dan kualitas lingkungan perairan. Inovasi ini membantu nelayan dan pembudidaya ikan dalam menjaga produktivitas, serta mengantisipasi potensi kerugian akibat pencemaran.

Program ini dinilai sebagai langkah strategis Banyuwangi dalam mendigitalisasi sektor perikanan, yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah.

Salah satu inovasi paling menarik datang dari RSUD Blambangan melalui program Janji Cinta, yang mengolah daun kelor menjadi produk superfood berbentuk jeli bergizi tinggi.

Kepala Instalasi Farmasi sekaligus Ketua Tim Inovasi RSUD Blambangan, Apt. Ari Kurnianingsih, menjelaskan bahwa pihaknya membagikan 500 bibit kelor kepada warga desa, lalu membeli hasil panen mereka dengan harga Rp6.000 per kilogram.

Daun kelor tersebut diolah menjadi jeli kaya nutrisi untuk pasien anak-anak penderita gizi buruk serta ibu hamil anemia, sementara sebagian produk dijual untuk menambah pendapatan rumah sakit sekaligus warga binaan.

“Selain fokus pada inovasi kesehatan, kami juga berupaya memberdayakan masyarakat desa. Para ibu-ibu bisa menambah penghasilan, dan hasilnya kembali memperkuat ketahanan gizi masyarakat,” jelas Ari.

Capaian tiga penghargaan sekaligus ini, semakin memperkuat reputasi Banyuwangi sebagai daerah dengan “DNA inovasi” yang kuat. Sejak era reformasi birokrasi digital yang digagas beberapa tahun lalu, Banyuwangi telah melahirkan ratusan inovasi lintas sektor, mulai dari pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan.

“Bagi kami, inovasi bukan sekadar lomba, tapi cara kerja dan budaya yang harus hidup di setiap ASN Banyuwangi,” tegas Ipuk.

Dengan deretan penghargaan tersebut, Banyuwangi tidak hanya meneguhkan posisinya sebagai laboratorium inovasi daerah di Jawa Timur, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dapat menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Kasdim 0825/Banyuwangi Saksikan Duel Sengit Final Piala PSSI Askab U-14 dan U-16 Tahun 2025
Next Article
Satu Dekade Terabaikan, Jalan Penghubung Empat Desa di Banyuwangi Kini Layaknya Kubangan Lumpur

Related to this topic:

Be the first to write a comment.