Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Kasdim 0825/Banyuwangi Saksikan Duel Sengit Final Piala PSSI Askab U-14 dan U-16 Tahun 2025

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Sorak-sorai menggema memenuhi Stadion Diponegoro Banyuwangi, Kamis (6/11/2025) sore. Ribuan penonton memadati tribun, menyaksikan duel puncak Piala PSSI Askab Banyuwangi U-14 dan U-16 Tahun 2025. Dua laga final yang sarat gengsi ini menjadi ajang pembuktian talenta muda sepak bola Bumi Blambangan, yang tampil penuh semangat dan sportivitas tinggi.

Kehadiran Kasdim 0825/Banyuwangi Mayor Kav Suprapto, bersama jajaran Forkopimda dan pejabat daerah, semakin menambah semangat para pemain. Ia tampak memberikan dukungan langsung di pinggir lapangan, menyemangati atlet muda yang berjuang membawa nama tim dan daerah masing-masing.

BACA JUGA : Wowo FC Juarai PORSAB Cup 2026, Turnamen Resmi Ditutup

Partai final kategori U-16 mempertemukan dua kekuatan besar, yakni Tunas 92 FC dari Banyuwangi Kota menghadapi Mitra Surabaya FC asal Wongsorejo. Sejak awal laga, tensi permainan tinggi tersaji. Serangan demi serangan bergantian dilancarkan kedua tim dengan tempo cepat dan strategi disiplin.

Namun, pengalaman dan kekompakan Tunas 92 FC menjadi pembeda. Tim asuhan pelatih muda berpengalaman ini tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 3–1.

Kemenangan tersebut bukan hanya tentang trofi, tetapi juga cerminan keberhasilan pembinaan sepak bola usia muda di Banyuwangi. Klub ini menjadi simbol lahirnya generasi emas yang siap mengharumkan nama daerah di level provinsi maupun nasional.

Sementara itu, laga final kategori U-14 mempertemukan Argen FC (Genteng) kontra Ketapang FC (Kalipuro). Kedua tim menampilkan permainan terbuka dan penuh determinasi sejak menit awal. Skor imbang 2–2 hingga peluit akhir membuat pertandingan harus ditentukan lewat babak adu penalti yang menegangkan.

Dalam situasi penuh tekanan, Ketapang FC tampil lebih tenang. Kiper mereka berhasil menepis satu tendangan penentu lawan dan membawa timnya unggul tipis 6–5. Stadion pun bergemuruh. Tangis bahagia dan sorak kemenangan berpadu ketika Ketua Askab PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, menyerahkan piala kepada para juara.

Turut hadir dalam momen bersejarah tersebut, Kasdim 0825/Banyuwangi Mayor Kav Suprapto, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, serta sejumlah tokoh olahraga dan pejabat daerah lainnya.

Kasdim 0825/Banyuwangi Mayor Kav Suprapto, mengapresiasi semangat dan disiplin para pemain muda yang bertanding dengan penuh dedikasi.

“Anak-anak ini menunjukkan semangat juang luar biasa. Sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga pembentukan karakter—disiplin, kerja keras, dan kebersamaan. Itu nilai-nilai yang sejalan dengan semangat bela negara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, menegaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari program pembinaan jangka panjang.

“Kompetisi seperti ini penting untuk mengukur hasil pembinaan usia dini. Banyuwangi punya potensi besar, dan kami akan terus bersinergi dengan KONI, TNI, Polri, serta pemerintah daerah untuk mencetak pemain profesional masa depan,” ungkapnya.

Penyelenggaraan final yang berlangsung aman, tertib, dan penuh sportivitas ini menegaskan bahwa Banyuwangi bukan hanya unggul di sektor pariwisata, tetapi juga tangguh dalam pembangunan sumber daya manusia melalui olahraga.

Sinergi antara Askab PSSI, KONI, TNI, Polri, serta pemerintah daerah menjadi pondasi kuat bagi lahirnya talenta-talenta muda berprestasi. Dari Stadion Diponegoro sore itu, semangat juang dan harapan besar untuk kejayaan sepak bola Banyuwangi kembali menyala. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Jelang Hari Pahlawan, Kodim 0825/Banyuwangi Gelar Karya Bhakti di TMP: Menyapu Makam, Menyemai Semangat Juang
Next Article
Banyuwangi Borong Tiga Penghargaan di Inotek Award 2025, Bukti Konsistensi Daerah Paling Inovatif di Jawa Timur

Related to this topic:

Be the first to write a comment.