Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

PASI Buka Suara, Merdeka Run 2026 Ponorogo Seolah Abaikan Peran PASI Sebagai Induk Cabor Atletik Daerah

PONOROGO II bratapos.com - Ketua Harian Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Ponorogo, Sukat, sangat menyayangkan penyelenggaraan ajang lari Merdeka Run 2026 Ponorogo. Ia menyampaikan kegiatan tersebut digelar tanpa adanya koordinasi yang baik serta mengabaikan peran PASI sebagai induk organisasi cabang olahraga atletik di daerah.

Sukat juga mengungkapkan bahwa keterlibatan PASI Ponorogo dalam event tersebut sangat minim dan hanya sebatas formalitas pemberitahuan surat tanpa adanya keterlibatan teknis dalam penyelenggaraan. Ia menyoroti pihak event organizer (EO) yang dinilai berjalan sendiri dan tidak mengacu pada standar aturan induk organisasi atletik.

BACA JUGA : Komisi D DPRD Ponorogo Pasca Konser Di Stadion Bataro Katong : " Ini Murni Bentuk Pengawasan Kami, Bukan Upaya Menjatuhkan Pemerintah Daerah "

"Acara semacam ini sifatnya lebih ke rekreasi. Kalau standar resmi atletik itu ada aturan teknisnya yang terukur dan mengacu pada aturan PASI hingga tingkat nasional. Pihak penyelenggara tidak pernah melibatkan teknis kepanitiaan maupun petugas dari PASI," ujar Sukat dikonfirmasi Senin, (31/8/2026).

Bahkan, kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi di Ponorogo. Ia mencatat setidaknya sudah tiga kali ajang lari digelar tanpa koordinasi teknis yang matang dengan PASI, mulai dari event di Alun-Alun, Ngebel, hingga yang terbaru di Sampung. Kondisi ini dinilai berpotensi merugikan para atlet serta mencederai pembinaan olahraga atletik lokal.

Selain masalah koordinasi teknis, Sukat juga menyayangkan adanya kejanggalan dalam regulasi lomba yang dibuat sendiri oleh panitia, seperti kewajiban peserta membawa perlengkapan yang tidak lazim hingga persoalan penentuan pemenang yang sempat memicu protes.

Atas kejadian ini, pihak PASI Ponorogo berencana melakukan koordinasi dan evaluasi bersama KONI serta instansi terkait agar event-event lari di masa mendatang dapat berjalan sesuai standar resmi, transparan, dan tidak merugikan para peserta maupun atlet.(Jaya).

 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Peringatan HUT RI ke-81, Pemdes Bantengan Gelar Senam dan Jalan Santai
Next Article
Komisi D DPRD Ponorogo Pasca Konser Di Stadion Bataro Katong : " Ini Murni Bentuk Pengawasan Kami, Bukan Upaya Menjatuhkan Pemerintah Daerah "

Related to this topic:

Be the first to write a comment.