Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Kapolresta Banyuwangi Pimpin Upacara Satyalancana Pengabdian, 72 Personel Terima Tanda Kehormatan Negara

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Upacara penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian di lingkungan Polresta Banyuwangi berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., Senin (26/1/2026) pagi, di Lapangan Mapolresta Banyuwangi.

Upacara ini dihadiri Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K., para Pejabat Utama (PJU), kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polresta Banyuwangi. Momentum ini menjadi bentuk penghargaan negara atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian tanpa cela dari anggota Polri yang telah mengabdi dalam kurun waktu tertentu tanpa catatan pelanggaran.

BACA JUGA : Resmikan Polresta Tuban, Kapolda Jatim Tekankan Peningkatan Profesionalisme dan Pelayanan

Sebanyak 72 personel Polresta Banyuwangi menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian dengan rincian:

▪︎ 5 personel masa dinas 32 tahun

▪︎ 25 personel masa dinas 24 tahun

▪︎ 13 personel masa dinas 16 tahun

▪︎ 29 personel masa dinas 8 tahun

Penghargaan tersebut merupakan salah satu tanda kehormatan tertinggi dari negara, yang diberikan kepada anggota Polri atas kesetiaan, kejujuran, dan integritas selama menjalankan tugas.

Dalam amanatnya, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan menegaskan bahwa Satyalancana bukan sekadar simbol, melainkan amanah dan kehormatan negara yang harus dijaga sepanjang karier dan kehidupan pribadi anggota Polri.

“Negara telah memberikan penghargaan tertinggi kepada rekan-rekan. Maka hormatilah dan hargai diri sendiri, dimulai dari cara berseragam, berbicara, dan bertingkah laku,” tegas Kapolresta.

Kapolresta juga mengingatkan bahwa seragam Polri adalah simbol kewibawaan negara, bukan sekadar pakaian dinas, sehingga kedisiplinan, kerapian, dan etika menjadi cerminan langsung marwah institusi.

Dalam arahannya, Kapolresta mengutip filosofi Jawa: “Ajining diri soko lati, ajining rogo soko busono, ajining awak soko tumindak,” yang bermakna bahwa kehormatan seseorang dinilai dari ucapan, penampilan, dan perbuatannya.

Ia juga memberikan peringatan tegas agar seluruh personel tidak mengkhianati institusi Polri demi kepentingan pribadi, kelompok, atau keuntungan materi yang bertentangan dengan hukum.

“Jangan sampai karena kepentingan sesaat, rekan-rekan mengkhianati institusi yang telah membesarkan dan menjadi sandaran hidup keluarga,” ujarnya.

Kapolresta mengajak seluruh anggota untuk bersyukur, melakukan introspeksi diri, serta menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Menutup amanatnya, Kapolresta menegaskan komitmennya untuk memberikan teladan serta meminta seluruh pimpinan satuan kerja bertanggung jawab penuh dalam pembinaan anggota, guna menjaga nama baik institusi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

Upacara ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada seluruh penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian, disertai harapan agar penghargaan tersebut menjadi pemicu semangat dalam menjalankan tugas secara profesional, jujur, dan disiplin. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Satlantas Polres Sumenep Gelar Police Goes To School di SMAN 2 Sumenep
Next Article
Penyidikan Ada, Tapi Tak Sampai Pengadilan: Denda Jadi Akhir Kasus Rokok Ilegal di Gresik

Related to this topic:

Be the first to write a comment.