MALANG, BRATAPOS.com – Perhelatan Kesemsem Dampit berlangsung meriah dan mendapat partisipasi luas masyarakat. Namun, kemeriahan acara tersebut menyisakan persoalan lain setelah kegiatan berakhir. Tumpukan sampah masih terlihat berserakan di sepanjang jalan belakang Terminal Bus Dampit, Kabupaten Malang.
Pantauan di lokasi pada Senin (28/9/2026) pagi menunjukkan sejumlah sampah berupa kemasan makanan, kantong plastik dan material lainnya masih berserakan di sejumlah titik. Sampah terlihat di pinggir jalan, sekitar pepohonan hingga dinding pembatas kawasan yang menjadi salah satu jalur perlintasan peserta karnaval.
BACA JUGA :
KPK Sisir Dua Rumah di Madiun, Jejak Aset Terkait Maidi Terus Ditelusuri
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, mengenai siapa yang bertanggung jawab memastikan kebersihan kawasan setelah kegiatan yang melibatkan banyak orang tersebut selesai.
Persoalan ini tidak semata-mata berkaitan dengan perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Ketika sebuah kegiatan besar digelar di ruang publik, aspek kebersihan dan pemulihan lokasi setelah acara menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan sejak awal.
Apalagi, kegiatan yang melibatkan peserta, panitia, pedagang serta masyarakat dalam jumlah besar berpotensi menghasilkan volume sampah yang tidak sedikit. Karena itu, diperlukan sistem penanganan sampah pasca acara agar kawasan yang digunakan bersama dapat kembali bersih dan tertata.
Yang menjadi perhatian, sebagian sampah di kawasan tersebut disebut bahkan dibakar di tempat. Pembakaran sampah secara sembarangan bukan penyelesaian persoalan. Selain berpotensi mengganggu kenyamanan warga, asap dari pembakaran material tertentu juga dapat menimbulkan persoalan lingkungan baru.
Seorang tokoh masyarakat setempat yang juga pemerhati publik menilai, kondisi tersebut semestinya segera ditindaklanjuti oleh pihak penyelenggara bersama unsur terkait.
“Sampah-sampah yang menumpuk hendaknya diangkut dan segera ditangani sesuai ketentuan kebersihan lingkungan, dan tidak dibakar sembarangan yang dapat menimbulkan polusi udara serta masalah baru,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak semestinya hanya diukur dari kemeriahan selama acara berlangsung. Kondisi lokasi setelah kegiatan berakhir juga menjadi bagian dari tanggung jawab penyelenggaraan.
“Ketika panggung telah dibongkar dan warga telah kembali ke rumah, tugas untuk menjaga kebersihan ruang publik belum selesai,” tegasnya.
BRATAPOS.com berupaya meminta klarifikasi kepada salah satu panitia, Toni, terkait kondisi kebersihan kawasan belakang Terminal Bus Dampit yang menjadi bagian dari perlintasan peserta karnaval, termasuk mekanisme pembersihan dan pengangkutan sampah setelah kegiatan Kesemsem Dampit selesai.
Namun, hingga berita ini ditulis, pesan konfirmasi yang disampaikan melalui WhatsApp telah dibaca tetapi belum mendapatkan tanggapan dari pihak panitia.
Masyarakat pada dasarnya tidak hanya membutuhkan kegiatan yang meriah, tetapi juga penyelenggaraan yang memperhatikan dampak setelah acara selesai.
Terlebih ruang publik merupakan fasilitas yang digunakan bersama. Karena itu, kebersihan kawasan setelah kegiatan semestinya menjadi perhatian semua pihak yang terlibat, terutama melalui koordinasi antara panitia, peserta, pedagang dan unsur terkait. (lor/bp-smr)
Pewarta: SHELOR
Publisher: Kepala Cabang Bratapos Media Wilayah Semeru
Prev Article
KPK Sisir Dua Rumah di Madiun, Jejak Aset Terkait Maidi Terus Ditelusuri