Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

750 Pengurus PAC PPP Banyuwangi Ikuti Musancab, Regenerasi Kader Disiapkan Hadapi 2029

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Banyuwangi mulai memperkuat kembali struktur organisasi hingga tingkat kecamatan. Sebanyak 750 pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PPP se-Banyuwangi mengikuti Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang sekaligus menjadi momentum penataan organisasi dan regenerasi kader.

Musancab digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (26–27 September 2026), di dua lokasi. Hari pertama berlangsung di Aula Daipoeng Resto, Kecamatan Blimbingsari, Sabtu (26/9/2026). Sementara hari kedua digelar di Aula MI Nurul Athhar, Kecamatan Cluring, Minggu (27/9/2026).

BACA JUGA : Purna Tugas Setelah 13 Tahun Mengabdi, PUDAM Ponorogo Gelar Pelepasan Direktur Lardi, S.T.

Forum tersebut tidak hanya membahas penataan kepengurusan di tingkat kecamatan. PPP Banyuwangi juga menjadikannya sebagai ruang konsolidasi untuk menyatukan arah gerak organisasi, memperkuat komunikasi antar kader, sekaligus membuka ruang regenerasi dengan memberi porsi lebih besar kepada kalangan muda.

Musancab dihadiri Ketua DPW PPP Jawa Timur H. Arif Winarko, S.H., Bendahara DPW PPP Jawa Timur Hj. Umil Sulistyoningsih, S.Ag., Ketua DPC PPP Banyuwangi Saiful Anam, S.E., jajaran pengurus DPC, serta sejumlah tokoh senior PPP Banyuwangi.

Ketua DPC PPP Banyuwangi Saiful Anam mengatakan, Musancab merupakan bagian dari konsolidasi organisasi yang melibatkan seluruh unsur kepengurusan dari sejumlah daerah pemilihan (dapil).

“Hari ini kita melaksanakan Musancab yang kedua. Alhamdulillah dihadiri seluruh dapil, yaitu Dapil 3, Dapil 4, Dapil 5, dan Dapil 6. Semua pengurus hadir, termasuk pengurus-pengurus lainnya,” ujar Saiful Anam.

Menurut Saiful, kehadiran seluruh unsur kepengurusan menjadi bagian penting dalam membangun soliditas internal. Ia berharap hasil Musancab tidak berhenti pada pembentukan atau penataan struktur, tetapi dilanjutkan dengan komunikasi dan kerja bersama di lapangan.

“Yang penting tujuan hari ini tercapai, semoga teman-teman nanti bisa kompak semua. Kita ingin membangun kebersamaan dan kekompakan di seluruh tingkatan kepengurusan,” tegasnya.

Saiful menyebut, sekitar 750 pengurus berada dalam struktur PAC PPP di seluruh Banyuwangi. Struktur tersebut ke depan akan diarahkan lebih terbuka terhadap keterlibatan generasi muda.

“Dari seluruh PAC ada sekitar 750 pengurus di tingkat kecamatan. Untuk komposisinya ke depan, sebenarnya PPP membidik anak-anak muda, generasi milenial, dan generasi sekarang. Karena hari ini adalah eranya pemuda,” ungkapnya.

Namun, regenerasi tidak berarti mengesampingkan kader senior. Menurut Saiful, pengalaman dan pembinaan dari para senior tetap dibutuhkan untuk memastikan kader muda memahami nilai, sejarah, serta perjalanan perjuangan PPP.

“Untuk senior-senior PPP, kami mohon support dan doanya. Kami juga membutuhkan bimbingan dan binaan untuk kader-kader muda ini. Jangan sampai regenerasi hanya sekadar pergantian orang, tetapi harus ada proses pembelajaran dan pendampingan,” katanya.

Di balik agenda penataan organisasi tersebut, PPP Banyuwangi juga mulai memasang target menghadapi Pemilu 2029. Saiful menyebut, partainya menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif dengan sasaran satu kursi di setiap dapil.

“Harapan kami ke depan PPP bisa menjadi partai pemenang di tahun 2029. Target kita adalah satu kursi di setiap dapil. Untuk mencapai itu tentu membutuhkan kerja bersama, konsolidasi, dan kekompakan seluruh kader,” jelasnya.

Target tersebut sekaligus menjadi pekerjaan organisasi yang tidak ringan. Penguatan struktur di tingkat kecamatan, regenerasi kader, serta kemampuan membangun kedekatan dengan masyarakat akan menjadi bagian penting dari upaya mencapai target tersebut.

Karena itu, Musancab menjadi titik awal, bukan garis akhir. Ratusan pengurus PAC yang telah dikonsolidasikan dituntut mampu menerjemahkan hasil forum menjadi kerja organisasi yang terukur di masing-masing wilayah.

Bagi PPP Banyuwangi, tantangan berikutnya adalah memastikan soliditas yang dibangun dalam forum Musancab tidak berhenti sebagai konsolidasi administratif. Struktur yang telah ditata harus mampu bergerak, kader muda harus mendapatkan ruang sekaligus pembinaan, dan komunikasi antara kader senior dengan generasi penerus harus terus dijaga.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PPP Banyuwangi membangun fondasi organisasi menuju agenda politik 2029. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Purna Tugas Setelah 13 Tahun Mengabdi, PUDAM Ponorogo Gelar Pelepasan Direktur Lardi, S.T.
Next Article

Related to this topic:

Be the first to write a comment.