Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Jurnalis Bratapos Diduga Alami Perundungan Saat Klarifikasi BUMDes di Rembang

Rembang | Bratapos.com – Dugaan perundungan (bullying) terhadap jurnalis kembali terjadi. Kali ini menimpa Asat, jurnalis Bratapos biro Rembang, saat menjalankan tugas peliputan di Kantor Desa Karangsari, Kecamatan Sulang, Jumat (20/2/2026) pagi.

Datang untuk Klarifikasi Dugaan BUMDes Mangkrak

BACA JUGA : Sempat Senyap, Dugaan Korupsi Dana BOP PKBM di Sampang Kembali Disorot

Asat mendatangi kantor desa sekitar pukul 09.00 WIB untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan mangkraknya pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diperuntukkan bagi pengembangan fasilitas pariwisata di wilayah tersebut.

Kedatangannya merupakan tindak lanjut atas aduan warga yang mempertanyakan pengelolaan BUMDes. Informasi yang dihimpun menyebutkan badan usaha desa itu diduga dikelola oleh anak menantu Kepala Desa Karangsari, Suripto.

“Sesuai informasi yang kami terima, BUMDes itu dikelola oleh anak menantu kepala desa. Hal itu yang kemudian menjadi pertanyaan warga,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Wawancara Dilakukan Terbuka

Asat menjelaskan, sebelum melakukan wawancara ia telah memperkenalkan diri sebagai jurnalis Bratapos. Klarifikasi dilakukan secara terbuka di balai desa dan disaksikan sejumlah perangkat desa.

“Biasanya sebelum berita diterbitkan, saya klarifikasi dulu ke pihak terkait. Itu prosedur standar jurnalistik,” jelasnya.

Namun, situasi disebut berubah ketika salah satu oknum anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berada di lokasi diduga memotret dirinya tanpa izin dan menyebarkan foto tersebut ke grup media sosial disertai narasi yang dinilai merendahkan profesinya.

“Saya hanya menanyakan kebenaran informasi. Tapi tiba-tiba saya difoto tanpa izin lalu disebarkan dengan narasi yang menyerang pribadi,” ungkapnya.

Bantah Narasi Menyesatkan

Asat juga membantah tudingan yang menyebut dirinya bukan wartawan.

“Saya jurnalis Bratapos. Media kami terverifikasi di Dewan Pers. Kalau ragu, silakan konfirmasi ke redaksi. Jangan menyerang pribadi untuk mengaburkan substansi persoalan,” tegasnya.

Ia mengakui memiliki usaha jasa servis AC di luar aktivitas jurnalistik, namun menegaskan saat kejadian dirinya hadir sebagai wartawan.

Sikap Redaksi

Pimpinan Redaksi Bratapos.com, Zaibi Susanto, menegaskan Asat adalah jurnalis resmi Bratapos yang menjalankan tugas sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Jika ada pihak yang keberatan terhadap pemberitaan, mekanismenya jelas melalui hak jawab dan hak koreksi. Bukan dengan perundungan atau serangan pribadi,” ujar Zaibi.

Ia menambahkan, redaksi akan memberikan pendampingan apabila langkah hukum ditempuh.

Ruang Klarifikasi Terbuka

Redaksi Bratapos.com membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya kepada Kepala Desa Karangsari maupun pihak yang disebut dalam peristiwa tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepala Desa Karangsari maupun pihak ormas terkait insiden tersebut.

Reporter Witnyo

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
BUMDes Desa Gersempal Disorot, Program Ayam Petelur Tanpa Ayam, Pj Kades dan Kecamatan Membisu
Next Article
AABB Geram "Debt Collector" Diduga Aniaya Advokat di Depan Kejari Banyuwangi, Desak Pelaku Ditangkap 1x24 Jam

Related to this topic:

Be the first to write a comment.