LOTIM,NTB||bratapos.com-– Komitmen mendukung Arah Strategis Pembangunan Cita-Cita Indonesia (Astacita) yang diusung Presiden RI terus digaungkan di berbagai lini. Salah satunya datang dari Komandan Kodim 1615/Lombok Timur, Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro, yang menunjukkan dukungan nyata dengan meninjau langsung lahan pertanian kering milik PT. Shadana Arif Nusa di Desa Montong Baan Selatan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (16/01/2025).
Peninjauan ini menjadi tonggak penting dalam sinergi antara TNI dan sektor swasta untuk mendorong ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan kering menjadi lahan produktif. Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro tidak sendiri. Ia didampingi Danramil 1615-09/Sikur, Kapten Inf Ahmad, dan Babinsa, serta disambut langsung oleh Direktur PT. Shadana Arif Nusa, Haji Budiono.
BACA JUGA :
Sekolah Rakyat Jember Capai 90 Persen, Siap Layani Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem
Kolaborasi Strategis untuk Ketahanan Pangan
Kunjungan dimulai dengan pertemuan hangat di gudang PT. Shadana. Dalam diskusi tersebut, berbagai strategi pengelolaan lahan kering dibahas secara mendalam. PT. Shadana Arif Nusa memaparkan rencana inovatif untuk mengubah lahan tandus menjadi sawah produktif melalui penerapan teknologi pertanian modern, pengelolaan irigasi yang efisien, dan pemilihan varietas padi unggul yang tahan kekeringan.

Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro mengapresiasi langkah progresif tersebut. Menurutnya, upaya ini sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang diinstruksikan oleh Presiden RI. “Pemanfaatan lahan kering ini adalah langkah cerdas dan solutif. Dengan kolaborasi yang solid, kita bisa mengoptimalkan potensi pertanian di Lombok Timur, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Dukungan TNI dalam Transformasi Pertanian
Dalam tinjauan langsung ke lahan pertanian, rombongan melihat kondisi tanah yang sebelumnya kurang produktif. PT. Shadana menjelaskan langkah teknis yang akan diambil, termasuk pengolahan tanah, penyediaan sumber air, dan penggunaan pupuk organik.
“Kami tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem pertanian. Upaya ini diharapkan mampu memberdayakan masyarakat lokal melalui pelatihan dan pembukaan lapangan kerja baru,” jelas Haji Budiono.
Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro menegaskan bahwa TNI siap mendukung setiap inisiatif yang berpihak pada rakyat. “Kami di TNI selalu berada di garda terdepan dalam mendukung program pemerintah. Sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” ujarnya penuh semangat.
Harapan Besar untuk Masa Depan Pertanian Lombok Timur
Program pemanfaatan lahan kering ini diharapkan menjadi pilot project yang dapat direplikasi di wilayah lain di Lombok Timur. Selain berdampak pada ketahanan pangan, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani lokal dan menciptakan peluang kerja baru di sektor pertanian.
“Ini bukan sekadar program pertanian, tetapi sebuah gerakan bersama untuk masa depan. Saya optimis kerja sama ini akan menjadi contoh sukses pengelolaan lahan berkelanjutan,” tutup Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro.
Langkah progresif ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI dan pihak swasta mampu mendorong percepatan pembangunan di sektor pertanian, sekaligus mendukung terwujudnya cita-cita besar Indonesia dalam membangun ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.
Prev Article
Survei Jalan Menuju Rana'Danramil Air Buaya Terhalang Longsor 100 Meter
Next Article
Pelaku Pembakaran Sepeda Motor Milik Guru Honorer di Sumenep Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara