Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Survei Jalan Menuju Rana'Danramil Air Buaya Terhalang Longsor 100 Meter

MALUKUIINamlea,bratapos.com-Danramil Air Buaya,Kodim 1506/Namlea.Kapten Inf Muhammad Haris Tumenggung bersama lima anggotanya melakukan survei rute jalan dari Dusun Waetabi menuju Danau Rana. 

Survei yang di lakukan oleh Danramil bersama Anggota Koramil 1506-03/Air Buaya,untuk melihat akses jalan dari Desa Waetabi, Kecamatan Fena Leisela, menuju Danau Rana Kabupaten Buru,Maluku,"Rabu (15/01/2025). 

BACA JUGA : Sekolah Rakyat Jember Capai 90 Persen, Siap Layani Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

Adapun Anggota Koramil Air Buaya yang mendampingi Kapten Inf Muhammad Haris Tumenggung di antaranya.Serka Edi Sucipto, Sertu Dadang Suryana, Sertu Arif Hentihu, Sertu Muhajir Ngabalin, dan Serda La Aci Kadatua. 

Kata Danramil, jalur survei rute jalan yang di lalui mulai dari Dusun Waetabi, melewati Dusun Manapitu. 

Dalam perjalanan yang ditempuh kurang lebih 30 kilo meter.Danramil dan anggota mendapati longsor yang menutupi badan jalan menuju Dusun Waegrahi denga panjang longsor kurang lebih 100 meter dan tinggi longsor ± 250 meter. 

Kemudian itu, jarak dari tempat longsor menuju Danau rana masi kurang lebih 40 meter, baru bisa sampai di Rana,"Jelas Danramil. 

Maka dengan adanya kejadian longsor tersebut, kami mengambil langkah melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan GHL milik Agus Idris untuk melakukan perbaikan pada jalan yang mengalami longsor.

Tetapi agus menyampaikan bahwa, perusahan yang beliau tangani masi dalam massa transisi sehingga, alat beratnya belum bisa beraktivitas, karena harus menunggu tim dari Jakarta baru alat beratnya bisa digerahkan untuk melakukan penggusuran tanah longsor," Jelas Danramil. 

Akibat dari longsor itu,aktifitas masyarakat menuju danau rana dari Waetabi harus harus terhenti, karena longsor yang bercampur bebatuan tersebut menutupi jalan sehingga tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda 2 maupun kendaraan roda 4.

Sejauh ini, masyarakat yang berada di Rana melakukan aktifitas ke Waetabi dengan berjalan kaki melalui pinggiran longsoran dan kondisi ini sangat fatal dan membahayakan masyarakat,"Pungkas Danramil. 

"Apalagi cuaca hujan seperti sekarang ini menyebapkan jalan licin dan kabut. 

Selain itu, untuk tanah longsor sendiri, tidak bisa di ratakan dengan tenaga manusia, karena material longsor berbatuhan dan batunya besar-besar. Bahkan tepian atau pinggiran longsoran sangat dalam dan tidak terukur,"ungkap Danramil.(*) 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Desa Tanjung Baru Gelar Musrenbang Desa TA. 2025
Next Article
Dukung Astacita Presiden RI, Dandim 1615/Lotim Dorong Inovasi Pertanian di Lahan Kering PT.Shadana Arif Nusa

Related to this topic:

Be the first to write a comment.