Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Dinas PU BM dan SDA Kab Sidoarjo Di Nilai Lamban Hingga Mengakibatkan Air Sungai Meluber Ke Permukiman Warga

 

Sidoarjo || Bratapos.com - Hujan deras yang melanda kecamatan krian kabupaten sidoarjo yang di sebabkan sungai Afour buangan ( sungai sebelah koramil ) yang menuju kali bader meluber hingga menggenangi permukiman warga desa tropodo kecamatan krian Kabupaten Sidoarjo 

BACA JUGA : POLSEK KUNDUR/KANIT Reskrim Gerak Cepat ungkap Kasus pencurian uang Dolar singapore 15 RIbu dolar Singapore...

Kepala Desa Tropodo Haris iswandi ST, yang di konfirmasi wartawan selasa (7/1/24) membenarkan atas melubernya Afour yang menggenangi permukiman warga RT 09 dan RT 10 RW 04 menurutnya," ini akibat menumpuknya sedimentasi di afour ( sungai sebelah koramil ) hingga ketika curah hujan tinggi Afour buangan tersebut tidak lagi mampu menampung debet air dan sudah pasti rumah - rumah warga yang jadi korban ," terang Haris.

Lebih jauh Haris juga menyatakan ," Pemerintah Desa Tropodo telah mengirimkan Surat ke Sekretaris Daerah ( Setdakab ) juga ke dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air namun hingga hari ini belum mendapatkan respon yang memadai, mungkin masih sibuk mas karena banyaknya masalah yang harus di tangani dinas," pungkas Haris

Sementara DWI Eko Saptono Kepala Dinas PUBM & SDA tidak bisa di hubungi ini tidak jauh berbeda dengan WAHIB Kabid sumber daya air yang di nilai bertanggung jawab atas hal tersebut, juga tidak pernah bisa di hubungi baik sekedar  konfirmasi ataupun untuk menyampaikan informasi dari masyarakat 

Terpisah cak bondet warga RT 09 RW 04 desa tropodo saat di mintai pendapatnya terkait  banjir yang melanda rumahnya dan kampungnya selasa (7/ 1) dini hari jam 01.00 wib mengatakan ," semalam luberan sungai afour ( sungai sebelah koramil ) dan luberan air dari sawah belakang rumah tergolong patah air yang menggenang sampai masuk rumah warga, dengan ketinggian air sampai 36cm di dalam rumah akibatnya hampir semua warga RT 9 dan RT 10 tidak bisa tidur karena air tidak kunjung surut hingga pagi hari ," Pungkas cak bondet ( c@n )

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Tradisi Sidang di PN Sampang Molor, Dianggap  Gegara Kejaksaan
Next Article
Tiga Pelaku Sindikat Uang Palsu di Sumenep Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Related to this topic:

Be the first to write a comment.