Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Speed Fiber Nelayan Grajagan Banyuwangi Terbalik Dihantam Ombak 2,4 Meter, ABK Selamat dari Maut

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan selatan Banyuwangi. Sebuah speed fiber milik nelayan Grajagan terbalik setelah dihantam gelombang setinggi sekitar 2,40 meter saat melintasi Plawangan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Senin (13/7/2026). Beruntung, seluruh anak buah kapal (ABK) berhasil selamat tanpa mengalami korban jiwa.

Perahu nahas bernama Bintang Sonar tersebut merupakan milik Syaifudin, warga Dusun Grajagan Pantai, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Saat kejadian, perahu dikemudikan oleh Fiki (25) yang berangkat melaut untuk mencari ikan di perairan Samudra Hindia.

BACA JUGA : Kebakaran Hutan Banyuwangi Kembali Terjadi, Petak 85 dan 39 BKPH Curahjati Dilalap Si Jago Merah

Kepala Pelabuhan Grajagan, Heru Prasetyo, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, kecelakaan terjadi ketika speed fiber berusaha keluar melalui Plawangan Grajagan menuju laut lepas.

"Perahu diterjang gelombang tinggi sekitar 2,40 meter saat melintas di Plawangan. Akibatnya kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik," ujar Heru.

Saat kecelakaan terjadi, perahu diketahui belum memperoleh hasil tangkapan ikan. Kondisi gelombang yang tinggi dan arus kuat di kawasan Plawangan membuat awak kapal kesulitan mengendalikan laju perahu hingga akhirnya terbalik.

Meski sempat mengganggu aktivitas nelayan di sekitar lokasi, seluruh ABK berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, perahu mengalami kerusakan akibat insiden yang dipicu cuaca buruk dan tingginya gelombang di perairan selatan Banyuwangi.

Plawangan Grajagan selama ini dikenal sebagai salah satu jalur keluar-masuk perahu nelayan menuju Samudra Hindia yang memiliki karakter arus deras, gelombang tinggi, serta perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Kondisi tersebut menuntut setiap nelayan untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan sebelum melaut.

Pihak Pelabuhan Grajagan mengimbau seluruh nelayan agar memantau informasi prakiraan cuaca dan tinggi gelombang sebelum berangkat melaut. Apabila kondisi laut dinilai tidak aman, nelayan diharapkan menunda aktivitas penangkapan ikan demi menghindari risiko kecelakaan laut yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama, terutama bagi nelayan yang beraktivitas di perairan selatan Banyuwangi yang dikenal memiliki gelombang besar dan arus laut yang cukup ekstrem. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
MATAMUDA MAN 1 Banyuwangi Gandeng BNNK dan YAN LPSS, Bentengi Murid Baru dari Bahaya Narkoba dan Jerat Hukum
Next Article
Kebakaran Hutan Banyuwangi Kembali Terjadi, Petak 85 dan 39 BKPH Curahjati Dilalap Si Jago Merah

Related to this topic:

Be the first to write a comment.