Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Kebakaran Hutan Banyuwangi Kembali Terjadi, Petak 85 dan 39 BKPH Curahjati Dilalap Si Jago Merah

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Kebakaran hutan kembali melanda kawasan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan. Kobaran api menghanguskan kawasan hutan jati di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Curahjati, tepatnya di petak 85 dan petak 39 wilayah Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Senin (13/7/2026).

Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepulan asap tebal yang terlihat dari kejauhan dan memicu kekhawatiran masyarakat sekitar. Beruntung, petugas Perhutani bersama tim gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman sehingga api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke kawasan hutan lainnya.

BACA JUGA : Speed Fiber Nelayan Grajagan Banyuwangi Terbalik Dihantam Ombak 2,4 Meter, ABK Selamat dari Maut

Kepala BKPH Curahjati, Syarifudin, membenarkan terjadinya kebakaran tersebut. Ia menyampaikan bahwa api yang membakar kawasan hutan di petak 85 dan 39 telah berhasil dipadamkan.

"Api sudah berhasil dipadamkan. Saat ini kami masih melakukan pendataan terkait luas areal yang terdampak," ujarnya.

Hingga kini, Perhutani masih melakukan inventarisasi terhadap luas kawasan yang terbakar. Penyebab pasti kebakaran juga masih dalam proses pendalaman.

Namun, berdasarkan keterangan awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan oleh oknum masyarakat. Api kemudian merambat dengan cepat ke kawasan hutan jati karena kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau serta tiupan angin yang cukup kencang.

"Diduga berawal dari pembakaran sampah, kemudian api menjalar ke kawasan hutan," jelas Syarifudin.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Wakil Administratur (Waka ADM) Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Sugeng Wahono, langsung mengerahkan personel Perhutani bersama unsur gabungan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas ke petak hutan lainnya.

Proses pemadaman dilakukan secara manual dengan membuat sekat bakar, serta memanfaatkan peralatan pemadam yang tersedia di lapangan hingga api berhasil dipadamkan.

Perhutani juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan, seperti membakar sampah, membuka lahan dengan cara membakar, maupun membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan.

"Musim kemarau membuat vegetasi sangat mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran," tegas Sugeng Wahono.

Perhutani KPH Banyuwangi Selatan memastikan akan terus melakukan pemantauan di lokasi pasca kebakaran, serta menunggu hasil pendataan resmi mengenai luas area yang terdampak dan penyebab pasti insiden tersebut.

Kebakaran hutan menjadi ancaman serius pada musim kemarau karena tidak hanya merusak ekosistem dan habitat satwa, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi serta gangguan kualitas udara. Oleh karena itu, sinergi antara petugas dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah terulangnya kejadian serupa. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Speed Fiber Nelayan Grajagan Banyuwangi Terbalik Dihantam Ombak 2,4 Meter, ABK Selamat dari Maut
Next Article
Sinergi TNI dan Masyarakat, Siap Sukseskan TMMD 129 di Kedungadem Bojonegoro.

Related to this topic:

Be the first to write a comment.