Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Siswa ADEM Repatriasi Dipastikan Aman dan Nyaman Selama Belajar di SMK Negeri 3 Mataram

MATARAM, NTB||bratapos.com--Salah satu upaya pemerintah untuk melaksanakan amanat dalam UUD 1945 tentang hak seluruh warga negara, baik yang berada di dalam maupun luar negeri untuk mendapatkan layanan pendidikan yang sama adalah dengan pengadaan beasiswa ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah) Repatriasi.

Program pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini dikhususkan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di luar negeri, yaitu wilayah Sabah, Sarawak, dan Johor Bahru, Malaysia.

BACA JUGA : Disdik Kota Madiun Tegaskan Isu Pungutan Seragam OSIS dan Pramuka Hoaks, Program Seragam Gratis Tetap Berjalan

Program ini diperuntukkan bagi siswa lulusan SMP yang akan melanjutkan ke jenjang sekolah menengah atas atau sederajat di 108 sekolah yang tersebar di 11 provinsi. Salah satunya adalah SMK Negeri 3 Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dua tahun terakhir, SMK Negeri 3 Mataram sudah menerima sebanyak 8 orang siswa ADEM Repatriasi. 2 orang siswa pada tahun 2023 dan 6 orang siswa pada tahun 2024. Adapun 8 orang siswa tersebut terdiri dari 6 orang siswa laki-laki dan 2 orang siswa perempuan.

Tidak tanggung-tanggung, demi memastikan keamanan dan kenyamanan mereka, sekolah melibatkan Babinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) dan Polsek Selaparang. Hal ini tentu saja dilakukan dalam rangka mengantisipasi maraknya keterlibatan remaja, khususnya siswa dalam pergaulan negatif, seperti judi online, narkoba, pergaulan bebas, genk motor, dan sejenisnya. 

Untuk kebutuhan tempat tinggal, mereka ditempatkan di dua lokasi rumah kontrakan yang berbeda di daerah Kampung Pelita, Kekalik Mataram. Satu rumah kontrakan untuk peserta laki-laki dan satu rumah kontrakan untuk peserta perempuan. Sementara untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti makanan, kesehatan, pakaian dan ibadah mereka didampingi oleh Rohana, salah seorang staf Tata Usaha (TU) SMK Negeri 3 Mataram selaku ibu asuh mereka selama berada di sini. Tentunya dengan dibantu pengawasan dari Wakasek Kesiswaan dan juga RT dan lingkungan setempat untuk ikut mengontrol dan selalu mengawasi mereka. 

Dengan pengawalan dan pendampingan seperti ini, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman selama berada di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal mereka. 

Sulman Haris, Kepala SMK Negeri 3 Mataram merasa bangga atas amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah karena menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk sebagai penerima program ini. 

"Sekolah akan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta selama berada dan menimba ilmu di SMK Negeri 3 Mataram. Sehingga, ketika mereka sudah menyelesaikan pendidikan selama 3 tahun di sekolah ini, kelak mereka kembali ke kampung halaman dan mampu mengimplementasikan berbagai keahlian sesuai pilihan kejuruan masing-masing berdasarkan bakat dan minat mereka," terang Sulman dengan tegas.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pemerintah Kota Madiun Jaga Stabilisasi Distribusi Gas Elpiji 3 Kg, Tindak Lanjut Kebijakan Pemerintah Pusat
Next Article
Pemdes Waenetat Bersama Warga Buat Mitigasi Antisipasi Banjir

Related to this topic:

Be the first to write a comment.