Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Pemdes Waenetat Bersama Warga Buat Mitigasi Antisipasi Banjir

KOMENTAR 1062

MALUKUIINamlea, bratapos.com-Pemerintah Desa Wainetat,Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, menegaskan pentingnya upaya mitigasi dalam menghadapi bencana banjir yang melanda sejumlah Desa di Dataran Waeapo. 

Kepada Wartawan Kades Wainetat Irwandi menilai bahwa, faktor lingkungan menjadi penyebab utama banjir, sementara curah hujan tinggi hanya berperan sebagai pemicu," katanya Jumat (7/2/2025). 

BACA JUGA : Kemen HAM RI Perkuat Sinergi Lintas Sektoral untuk Pemajuan HAM di Jawa Timur

Irwandi mengatakan, curah hujan yang tinggi hanya sebagai pemicu banjir saja. Namun, akar permasalahan terjadinya bencana banjir di Kabupaten Buru untuk wilayah Waeapo dan sekitarnya,dikarenakan faktor lingkungan yang mulai tidak bersahabat dan ada kemungkinan juga kita tidak bersahabat dengan lingkungan kita.

"Dia menuturkan bahwa untuk meminimalisir dampak bencana banjir, diperlukan langkah mitigasi yang terbagi menjadi dua, yaitu mitigasi struktural dan nonstruktural.

Mitigasi struktural mencakup normalisasi parit, reboisasi, dan penghijauan. 

"Kita harus menyadari dengan keterbatasan yang ada, tentunya belum semua mitigasi struktural bisa dilakukan secara optimal untuk meminimalisir bencana banjir di Waenetat. Tinggi dan derasnya aliran air saat hujan lebat membutuhkan saluran air dan ruang untuk menampungnya, namun, kenyataannya, saluran air banyak yang tersumbat, sehingga banjir mudah terjadi," Bebernya.

Selain itu, mitigasi nonstruktural seperti edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan juga menjadi fokus Pemdes Waenetat.

Menurut Irwandi, kerja sama antara pemerintah Desa dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencari solusi yang tepat dalam menangani banjir.

"Jika aliran air ini tidak memiliki ruang, maka air hujan yang deras akan menggenang di mana saja, memicu bencana banjir di sejumlah tempat," Jelas Irwandi.

Mitigasi bencana banjir yang buat oleh pemdes dan masyarakat Desa Waenetat di kerjakan sepanjang 200 meter. 

Kades juga menghimbau angar masyarakat bisa menjaga lingkungan dengan buang sampah kepada tempatnya, supaya lingkungan bersih dan pada saat hujan tidak terjadi penyumbatan di tiap-tiap saluran,"ungkapnya (*) 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Siswa ADEM Repatriasi Dipastikan Aman dan Nyaman Selama Belajar di SMK Negeri 3 Mataram
Next Article
UPT DLHK Wilayah IV Cakup 4 kecamatan, Tingkatkan Gempuran

Related to this topic:

Be the first to write a comment.