Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Sekitar 200 Petarung Siap Berlaga di Kejuaraan Adu Wani MMA Piala Wali Kota Madiun 2026

Kota Madiun || Bratapos.com – Kejuaraan Adu Wani MMA Piala Wali Kota Madiun 2026 siap digelar di Alun-Alun Kota Madiun pada 24–25 Juli 2026. Ajang bela diri campuran tersebut akan diikuti sekitar 200 atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Kompetisi ini mempertandingkan dua nomor, yakni standing fight dan MMA full rules. Selain menjadi wadah pembinaan atlet, kejuaraan tersebut juga dipersiapkan sebagai pijakan menuju pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) MMA Jawa Timur di masa mendatang.

BACA JUGA : Ratusan Atlet Renang Bersaing Menuju Porprov Jatim Di Kejurkab Renang 2026 Ponorogo

Peserta akan bertanding dalam tiga kelompok usia, yakni youth (10–18 tahun), junior (19–21 tahun), dan senior (22–35 tahun). Demi menjaga keselamatan atlet usia muda, kategori youth tidak diperbolehkan melakukan serangan ke arah kepala.

Ketua Panitia, Robby Rohmana, menjelaskan seluruh persiapan telah dilakukan dengan mengacu pada standar penyelenggaraan kejurprov. Karena itu, Kota Madiun diharapkan mampu menjadi tuan rumah Kejurprov MMA Jawa Timur pada tahun berikutnya.

"Persiapan yang kami lakukan sudah mengacu pada standar kejurprov. Harapannya, ke depan Kota Madiun mendapat kesempatan menjadi tuan rumah Kejurprov MMA Jawa Timur," ujarnya saat konferensi pers, Kamis (23/7/2026).

Robbyb juga menjelaskan bahwa peserta datang dari berbagai daerah, di antaranya Banyuwangi, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Nganjuk, hingga Solo. Jalannya pertandingan akan dipimpin tujuh wasit, terdiri dari tiga wasit berlisensi nasional dan empat wasit regional.

Lebih jauh, Ia juga mengatakan untuk mendukung keamanan selama pertandingan, panitia juga menggandeng Dinas Kesehatan serta menyiapkan 10 rumah sakit di Kota Madiun sebagai fasilitas rujukan apabila terjadi kondisi darurat.

"Seluruh rumah sakit rujukan telah menyatakan siap mendukung pelaksanaan kejuaraan. Hal itu juga menjadi salah satu persyaratan yang diminta pihak kepolisian," jelasnya.

Di sisi lain, Koordinator Umum sekaligus Wakil Ketua IBCA MMA Kota Madiun, Djoko Bambang Setiono atau yang akrab disapa Make Joka, mengungkapkan atlet-atlet binaan Divisi Olahraga PTKN telah menjalani program latihan yang lebih intensif menjelang kejuaraan.

"Kalau biasanya latihan rutin setiap Rabu dan Jum'at, menjelang pertandingan kami tingkatkan menjadi setiap hari. Pagi fokus latihan teknik, kemudian ditambah latihan fisik agar kondisi atlet benar-benar siap saat bertanding," terangnya.

Menurut Make Joka, kejuaraan ini menjadi kesempatan penting bagi para atlet, khususnya petarung muda, untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengasah mental saat tampil di arena.

"Target kami tentu meraih prestasi terbaik. Namun yang tidak kalah penting, atlet mendapat pengalaman bertanding dan membangun mental juara sebagai bekal untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi serta membawa nama baik Kota Madiun," pungkasnya. John mz

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Dekopinda Dituntut Perkuat Kolaborasi, Wujudkan Koperasi Modern dan Berdaya Saing
Next Article
Sidang Korupsi Maidi Ungkap Pengakuan Saksi Kelola Dana Rp7 Miliar, Hadir dengan Pengawalan LPSK

Related to this topic:

Be the first to write a comment.