Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Peringatan Isra Mikraj di Lapas Banyuwangi, Penguatan Spiritual Jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus menguatkan pembinaan kepribadian warga binaan melalui pendekatan religius. Salah satunya diwujudkan dengan menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, yang berlangsung khidmat di lapangan blok hunian Griya Ulupampang, Sabtu (24/1/2026).

Ratusan warga binaan tampak antusias mengikuti kegiatan keagamaan tersebut. Dengan mengenakan pakaian ibadah, mereka memadati lapangan sejak pagi. Suasana religius terasa kental saat lantunan sholawat menggema, mengawali rangkaian acara dan menghadirkan nuansa kekhusyukan di lingkungan Lapas Banyuwangi.

BACA JUGA : Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Tani Merdeka Ngawi Siap Kawal Program Gizi hingga Tingkat Petani

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj bukan sekadar seremoni keagamaan tahunan, melainkan bagian penting dari program pembinaan mental dan spiritual warga binaan.

“Isra Mikraj menjadi momentum refleksi diri. Kami ingin warga binaan mampu mengambil hikmah dari peristiwa agung ini, terutama dalam menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki perilaku, meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Wayan dalam sambutannya.

Ia menambahkan, penguatan nilai-nilai keagamaan diyakini mampu menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter warga binaan selama menjalani masa pidana. Dengan mental yang kuat dan spiritual yang terarah, diharapkan mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang bertanggung jawab dan produktif.

Acara inti diisi dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Ustaz Ali Mahrus. Dalam ceramahnya, ia mengajak warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan di dalam Lapas sebagai waktu muhasabah dan pembelajaran hidup.

Ustaz Ali menekankan pentingnya sikap sabar dan syukur dalam menghadapi ujian kehidupan, termasuk saat menjalani hukuman. Menurutnya, setiap peristiwa baik maupun buruk merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT yang selalu mengandung hikmah.

“Jangan biarkan kesalahan masa lalu membuat kita berputus asa. Jika kita mampu bersabar dan tetap bersyukur dalam kondisi apa pun, maka Allah SWT akan menambah nikmat dan membuka jalan perubahan yang lebih baik,” pesannya di hadapan ratusan jamaah warga binaan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Banyuwangi berharap pembinaan keagamaan dapat terus menjadi sarana efektif dalam membangun kesadaran moral, memperkuat iman, serta menumbuhkan optimisme warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik setelah bebas nantinya. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
KEGIATAN MARKET DAY SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMUPUK KREATIVITAS DAN JIWA WIRAUSAHA SISWA DI TK TUNAS BANGSA SENGGIGI
Next Article
Rotasi Pejabat Eselon II Banyuwangi Bergulir, Bupati Ipuk Tegaskan Penguatan Birokrasi Adaptif dan Profesional

Related to this topic:

Be the first to write a comment.