Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Pemerintah Desa Sirigan Salurkan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 Untuk Pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG)

Ngawi ll Bratapos.com -  Pemerintah Desa Sirigan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi ikut mendukung kegiatan Program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan atau dikenal dengan PRLB. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menggunakan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 untuk Pelatihan Teknologi Tepat Guna. 
Adapun yang hadir diacara tersebut yaitu Kepala Desa Sirigan, Camat Paron beserta staf, Kapolsek Paron berserta Anggota, Danramil bersama anggota,perangkat desa dan seluruh kelompok tani yang ada di Desa Sirigan. Kamis ( 06/10/2025)

BACA JUGA : Sekolah Rakyat Jember Capai 90 Persen, Siap Layani Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

Teknologi Tepat Guna (TTG)adalah Teknologi yang dirancang untuk masyarakat tertentu agar dapat menyelesaikan dengan aspek - aspek lingkungan,keetisan sosial, politik, kebudayaan dan juga untuk kemajuan teknologi dan ekonomi masyarakat yang dilatarbelakangi oleh semakin berkurangnya pupuk subsidi bagi para petani dan disertasi kondisi tanah yang kurang baik dan subur, maka perlu dilakukan langkah untuk mencari solusi dari semua permasalahan. Tanah yang sudah rusak dan tidak subur dapat mengurangi hasil produksi pada tanaman, sehingga untuk meminimalisir kegagalan panen dapat menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan serta murah dan mudah untuk didapatkan disekitar lingkungan para petani. Seperti halnya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Sirigan dengan para kelompok petani untuk melakukan pelatihan pembuatan pupuk organik yang diberi Lebel Gondoruwo. Pembuatan pupuk organik dengan bahan dasar : 
1. Kotoran Sapi 
2. Batu Kapur mentah
3. Urea non subsidi
4. Urea Subsidi
5. NPK
6. ZA atau Nutria
7. Sollfoes
8. Banon Phospate 66
9. Dogumon

Kepala Desa Sirigan Budiono SE mengatakan," Bimtek ini intinya adalah untuk mengembangkan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan. Diharapkan petani dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dan menggantikan dengan pupuk organik," jelas Kepala Desa Sirigan.

Pengenalan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk pertanian melalui pembuatan pupuk organik di Desa Sirigan didampingi langsung oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Penyuluh bertugas memberikan dorongan kepada para petani agar mau mengubah cara berpikir, cara kerja dan cara hidup yang lebih sesuai perkembangan teknologi pertanian yang lebih maju. 
Dengan demikian seorang penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugasnya.

Pembuatan pupuk organik di Desa Sirigan dimulai dengan pemaparan alat dan bahan yang akan digunakan pembuatan pupuk organik. Kemudian petani diajak praktik bersama bagaimana cara pembuatan pupuk organik . Dalam pelatihan tersebut juga ada sesi tanya jawab antara petani dengan PPL .

Implementasi dari pelatihan tersebut petani diharapkan dapat memanfaatkan sesuatu yang dapat menghasilkan produk pupuk organik, tentunya untuk meningkatkan kesuburan tanah, petani tidak berkeluh kesah lagi disaat menghadapi kelangkaan pupuk subsidi serta untuk meminimalisir penggunaan bahan kimia khususnya untuk para petani..(DW)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
TPS 3R Banyuwangi Ubah Sampah Jadi Energi, 60 Ton RDF Diserap Industri Semen Nasional
Next Article
Penyerahan SK dan KTA DPC MADAS Gresik di Kantor DPP MADAS Surabaya

Related to this topic:

Be the first to write a comment.