Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Lomba Kebersihan Makam Kota Madiun, Inovasi Modern dalam Pengelolaan Pemakaman

KOTA MADIUN || Bratapos.com - Pemerintah Kota Madiun kembali menggelar Lomba Kebersihan Makam yang telah memasuki tahun kelima pelaksanaannya. Ajang ini menjadi upaya nyata pemerintah dalam menjaga kebersihan, keindahan, serta meningkatkan manajemen pengelolaan makam secara lebih modern dan profesional.

Lomba ini diadakan dengan harapan tidak ada lagi makam yang terlihat seram, kumuh, atau tidak terawat di Kota Madiun. Hal ini disampaikan oleh Budi Santoso, salah satu juri dalam perlombaan tersebut.

BACA JUGA : Sempat Senyap, Dugaan Korupsi Dana BOP PKBM di Sampang Kembali Disorot

"Harapannya, setiap makam tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga dikelola dengan baik dalam segi manajemennya," ujar Budi Santoso, Selasa (25/2/2025).

Ia juga menambahkan bahwa salah satu inovasi menarik dalam lomba tahun tersebut adalah penerapan teknologi barcode di setiap makam. Teknologi ini memungkinkan ahli waris atau pengunjung untuk mengakses informasi terkait makam secara digital tanpa perlu bertanya kepada penjaga makam.

Menurutnya, cukup dengan memindai barcode yang tersedia, masyarakat dapat langsung mengetahui data terkait makam serta informasi mengenai keluarga yang dimakamkan.

"Penerapan barcode ini merupakan gebrakan baru dalam manajemen makam di Kota Madiun. Semakin hari, penataan dan pengelolaan makam semakin membaik," terang Budi Santoso.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa Lomba Kebersihan Makam tersebut melibatkan seluruh kelurahan di Kota Madiun. Proses seleksi dilakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat kelurahan, kemudian dipilih tiga besar di tingkat kecamatan, hingga akhirnya berkompetisi di tingkat kota.

Adapun kriteria penilaian dalam lomba ini meliputi beberapa aspek utama, yaitu:

Administrasi: Kelengkapan dan keteraturan pencatatan data makam.

Kebersihan: Kondisi fisik makam yang terawat dan bebas dari sampah atau tumbuhan liar.

Keindahan: Penataan makam yang rapi, estetis, dan nyaman bagi pengunjung.

Inovasi: Penerapan teknologi atau ide kreatif dalam pengelolaan makam.

Peran serta warga dan swasta: Keterlibatan masyarakat serta pihak swasta dalam pengelolaan makam secara kolektif.

"Diharapkan lomba ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menerapkan pengelolaan makam yang lebih tertata dan berbasis teknologi," tutup Budi Santoso.

Dengan diadakannya lomba tersebut, Pemerintah Kota Madiun berharap dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam hal pengelolaan makam yang lebih baik, terorganisir, dan modern.

Lomba Kebersihan Makam ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga wujud nyata dari kepedulian terhadap lingkungan serta upaya menjaga warisan budaya dan sejarah yang ada di dalamnya. [Jhon Mongaz]

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
IKBN Dohot Anak Berupa Gelar Isra Miraj dan Bukan SucinRamadhan
Next Article
Forum Rumah Kita Menanti Kejelasan DPRD Magetan, Terkait Reklamasi Eks Tambang

Related to this topic:

Be the first to write a comment.