Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

IPM Banyuwangi Melonjak, Mendikdasmen Pilih Hardiknas 2026 Digelar di Banyuwangi

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi yang terus menunjukkan tren positif menjadi perhatian pemerintah pusat. Bahkan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti secara khusus memilih Banyuwangi sebagai lokasi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar meriah di Taman Blambangan, Sabtu (2/5/2026).

Peringatan Hardiknas tersebut dihadiri ribuan pelajar, guru, tokoh pendidikan, hingga jajaran Forkopimda Banyuwangi. Kehadiran Mendikdasmen di Banyuwangi dinilai bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengakuan atas keberhasilan daerah berjuluk Sunrise of Java itu dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

BACA JUGA : Satgas Karbak TNI AD Mulai Bangun Pondasi Rumah Warga Nametek Wujudkan Hunian Layak.

Data menunjukkan, IPM Banyuwangi terus meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2021, IPM Banyuwangi berada di angka 72,62. Angka tersebut naik menjadi 73,15 pada 2022, meningkat lagi menjadi 73,79 di 2023, lalu 74,3 pada 2024, hingga akhirnya mencapai 75,17 pada 2025.

Capaian tersebut menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan IPM tertinggi di Jawa Timur, bahkan tertinggi di kawasan Sekarkijang.

“Ini sebuah capaian yang sangat baik. Saya juga sempat berbincang dengan Ibu Bupati sebelum acara dimulai. Banyuwangi memiliki banyak program pendidikan yang kreatif, strategis, dan menyentuh langsung masyarakat, terutama bagi anak-anak yang sempat kehilangan kesempatan sekolah,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurut Abdul Mu’ti, berbagai inovasi pendidikan yang dijalankan Pemkab Banyuwangi menjadi contoh konkret bagaimana pemerintah daerah mampu menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Salah satu program unggulan tersebut adalah Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), yang fokus menjaring anak putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan melalui berbagai skema pendampingan dan fasilitasi.

Selain itu, terdapat program Siswa Asuh Sebaya, sebuah gerakan solidaritas antar pelajar, dimana siswa menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membantu teman-temannya yang kurang mampu. Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk kebutuhan sekolah, seperti sepeda, kacamata, perlengkapan belajar, hingga bantuan lintas sekolah.

“Pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi bagaimana negara hadir memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegas Abdul Mu’ti.

Hardiknas 2026 di Banyuwangi juga tampil berbeda dengan sentuhan budaya lokal yang kuat. Selain upacara resmi, acara dimeriahkan pertunjukan kolosal “Kuntulan Ewon” yang melibatkan 1.060 pelajar mulai tingkat SD hingga SMA.

Kolaborasi antara pelajar, seniman, dan budayawan tersebut menampilkan harmoni tari tradisional dan musik rebana dalam sebuah pertunjukan budaya spektakuler di jantung kota Banyuwangi.

Mendikdasmen menilai pelibatan siswa dalam seni dan budaya merupakan bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda yang unggul, tangguh, dan berdaya saing.

“Ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pendidikan adalah upaya bersama untuk membangun SDM Indonesia yang unggul, kuat, dan bermartabat menuju Indonesia maju,” kata Abdul Mu’ti.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang memilih Banyuwangi sebagai tuan rumah peringatan Hardiknas nasional.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Menteri beserta jajaran yang telah memilih Banyuwangi sebagai lokasi peringatan Hardiknas. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sektor pendidikan,” ujar Ipuk.

Ipuk menegaskan, Banyuwangi memandang pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga pengembangan karakter, seni, budaya, dan potensi generasi muda secara menyeluruh.

“Karena itu, pelajar selalu kami libatkan dalam berbagai agenda seni dan budaya daerah. Kami ingin pendidikan di Banyuwangi melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mencintai budayanya,” pungkasnya. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Polisi Gagalkan Pengiriman 3,1 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Madiun–Ngawi, Negara Rugi Rp3 Miliar
Next Article
Imigrasi Ambon Mulai Serius ‘ 15 Orang Pekerja WNA PT HAM Jalur B Wansait Menuju Ambon

Related to this topic:

Be the first to write a comment.