Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

HMI Cabang Namlea Minta Kapolda Dan Kapolri Capot Kapolres Buru Atas Tindakan Intimidasi

KOMENTAR 1619

MALUKUIINamlea,bratpos.com-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Namlea meminta Kapolda ataupun Kapolri Untuk Mencopot Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang atas Intimidasi terhadap pengurus HMI dan dugaan bec'up bos tambang emas ilegal Gunung Botak.

Hal itu di sampaikan Ikbal Koroy dalam aksi damai di depan Kantor Polres Buru,"Kamis (23/1/2025).

BACA JUGA : Sidang Sengketa Informasi: BPKPD Simalungun Sebut Dokumen Aset Kantor Bupati dan Rumah Dinas Belum Dikuasai.

Ikbal yang pernah jadi terperiksa atas beredarnya flayer copot kapolres buru,sangat menyangkan tindakan anggota polres yang mengintimidasi dirinya selaku ketua bidang (PTKP) HMI Cabang Namlea. 

Dalam orasinya, Ikbal mengatakan saya di periksa atas tuduhan pencemaran nama baik, tetapi pencemaran nama baik apa yang saya lakukan dan terhadap siapa pencemaran itu saya tuduhkan,"Kata Ikbal dengan lantang di depan Polres Buru.

Saya juga di suruh untuk menandatangani BAP secara sepihak oleh anggota reskrim polres buru, 

Berarti secarah tidak langsung pihak polres buru dengan kewenangan yang suda di berikan oleh negara dalam penegakkan hukum, tidak sebagaimana mestinya dan tidak seadil adilnya,"Pungkas Koroy. 

Mereka tembang pilih dalam penegakan hukum di areal tambang emas ilegal gunung botak, karena mereka bisa menangkap pemain kecil sedangkan bos besar di biarkan berkeliaran. 

"Ada apa dengan polres buru, semut di seberang pulau bisa di lihat,sedangkan gaja didepan mata tidak terlihat,"Jelas Koroy. 

Selain itu Wakil bendahara umum Kohati HMI Cabang Namlea Amelia Prawira mengatakan,sebelum kami turun ke jalan ada flayer yang telah kami sebarkan ke media sosial. 

Namun dengan adanya flayer itu, pihak polres Buru merasa ketakutan dengan hal tersebut.Sehingga, pihak polres memangil saudara kabid PTKP Ikbal Koroy untuk di intimidasi,"Ungkap Amelia. 

"Lanjut dia, ada apa dengan polres buru yang takut akan flayer itu,maka dari itu kita meminta Kapolda Maluku ataupun Kapolri untuk mencopot Kapolres Buru. 

Kami akan membuat laporan dengan lampirkan bukti-bukti terkait polres Buru ke Polda Maluku dan Mabes Polri,"Tutup Amelia. 

Setelah melakukan orasi kurang lebih satu jam massa aksi menyerahkan pernyataan sikap kepada pihak Polres Buru yang di Terima oleh Kasat Polirut AKP, Ar Sambas.

Massa aksi juga berjanji mereka akan demi secara terus menerus sampai nama-nama bos yang ada di dalam Poin tuntuntan di tangkap baru mereka berhenti demo. 

Mereka juga menekankan agar terduga tersnagka yang di tangkap pekan kemarin inisial BM untuk segera berkasnya di limpahka ke pihak kejaksaan. 

Poin tuntuntan HMI Cabang Namlea bahwa:

1. Kami mendesak Propam Polda agar segera memeriksa dan memberikan sangsi etik dan disiplin kepada Kapolres Buru.

2. Kami mendesak kepada Kapolda Maluku untuk segera mencopot Kapolres Buru dari jabatanya.

3. Kami meminta kepada Kapolda Maluku dan Propam Polda agar segera mungkim merealisasikan poin tuntutan Kami.

4. Kami meminta dan mendesak Polres Buru agar segera menangkap dan memproses nama-nama yang kami duga merupakan pemilik Rendaman, Tong dan Dompeng beserta B3 yang digunakan sebagai bahan pengekstrasian emas di pertambangan emas ilegal gunung botak. Diantaranya, Haji Sultan , Komar, Haji Anas , Daeng Palu , Pa Dio unit( 17) Marcel (17) , Evan Tuharea , Niko pemasuk CN , Coken , Taken, Muhadjir, Mas Petok dan Acok

5. Kami mendesak Polres Buru agar memperketat pengawasan atas peredaraan obat-obat (B3) yang diduga masuk melalui jalur laut menggunakan kapal yang berlabuh di pelabuhan namlea.

6. Meminta Polres Buru agar menertibkan anggotanya yang diduga terlibat aktivitas pertambangan emas ilegal Gunung Botak.(*) 

 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Dosen PNS Bisa Jadi Advokat, Jadi Tantangan Buat Profesi Advokat
Next Article
Dosen Politeknik Negeri Madiun Gelar Aksi Demo Tuntut Pencairan Tunjangan Kinerja yang Tertunda Sejak 2020

Related to this topic:

Be the first to write a comment.