Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Doa Istigotsah Bersama Warga PKL Pepelegi-Sawotratap Sidoarjo, Harapan untuk Pembatalan Penggusuran dan Solusi Ekonomi

Sidoarjo || Bratapos.com - Ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban PKL Pepelegi-Sawotratap, Kecamatan Waru dan Gedangan, Sidoarjo, mengadakan doa bersama atau Istigotsah pada Senin, 17 Februari 2025. Doa ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengadukan nasib mereka kepada Tuhan, berharap ada perubahan dalam kebijakan penggusuran yang akan dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo. Para pedagang kaki lima ini merasa terancam mata pencahariannya, dan berharap pemerintah dapat membatalkan rencana tersebut atau memberikan solusi alternatif yang lebih baik.

Acara doa bersama ini dihadiri oleh berbagai kalangan, dari orang tua hingga anak-anak, yang turut memanjatkan doa untuk kelancaran pelantikan kepala daerah yang baru, khususnya Bupati Sidoarjo yang terpilih. Para peserta juga berharap agar pemimpin daerah dapat lebih memperhatikan kepentingan masyarakat kecil, terutama dalam hal peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.

BACA JUGA : Pelaku Pencabulan Desa Darma Camplong Berkeliaran Bebas, Keluarga Korban larut Dalam Kesedihan

Pembina Paguyuban PKL, Bung Tito Pradopo, dalam sambutannya, meminta pemerintah memberikan solusi yang manusiawi sebelum melaksanakan penggusuran. Ia menekankan pentingnya tempat berjualan yang layak untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga PKL, yang selama ini bergantung pada usaha kecil-kecilan. “Kami hanya mencari nafkah untuk keluarga. Jika digusur tanpa solusi, bagaimana kami bisa bertahan hidup?” ujar Bung Tito.

Para PKL juga menanggapi klaim bahwa keberadaan mereka menjadi penyebab banjir di daerah tersebut. Mereka menegaskan bahwa banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan drainase yang buruk, bukan karena aktivitas PKL. Hal ini semakin memperkuat permintaan mereka agar penggusuran dibatalkan atau ditunda hingga ada mediasi yang menghasilkan solusi terbaik bagi semua pihak.

Meskipun acara doa bersama ini dihadiri banyak warga, yang mengejutkan, kedua kepala desa setempat, yakni Kepala Desa Pepelegi dan Kepala Desa Sawotratap, tidak terlihat hadir untuk memberikan dukungan. Warga pun mempertanyakan apakah para kepala desa tidak mengetahui kondisi warganya yang sedang menghadapi ancaman penggusuran, atau apakah mereka memilih untuk tidak hadir.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
PKL Pepelegi-Sawotratap Sidoarjo Tolak Penggusuran oleh Satpol PP, Tuntut Mediasi dan Solusi Ekonomi
Next Article
2 Orang Pelaku Pencurian Sapi di Sumenep Diancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Related to this topic:

Be the first to write a comment.