Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Bumi Surabaya Berdarah: Kekerasan Lepas Kendali, Hukum dan Pemimpin Mana yang Bisa Diandalkan?

Surabaya | bratapos.com - Citra Surabaya sebagai Kota Pahlawan yang aman dan kondusif kembali menjadi sorotan setelah serangkaian aksi kekerasan bersenjata tajam terjadi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam di dua lokasi berbeda.

 

BACA JUGA : Ning Tiwi: Perkuat Eksistensi, IKPPI Hadirkan Ekosistem 4 Pilar Guna Akselerasi Kemandirian dan Kepemimpinan Perempuan Indonesia

Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu dini hari, 25 Juli 2026, di kawasan Jalan Basuki Rahmat. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sekelompok orang yang mengaku sebagai penagih utang datang ke lokasi, namun disebut tidak dapat menunjukkan surat tugas resmi saat diminta. Setelah sempat meninggalkan lokasi, kelompok tersebut diduga kembali dengan jumlah massa yang lebih banyak dan membawa senjata tajam.

 

Akibat insiden tersebut, dua anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Didik dan Fery, mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam. Didik saat ini menjalani perawatan di Klinik Pusura, sedangkan Fery dirawat intensif di RSUD Dr. Soetomo.

 

Belum genap 24 jam, insiden serupa kembali terjadi pada Minggu dini hari di kawasan Pandegiling. Berdasarkan informasi yang diperoleh, dua anggota organisasi yang sama kembali menjadi korban kekerasan.

 

Salah seorang saksi mata mengaku masih trauma atas kejadian tersebut.

 

«"Mereka datang seolah memiliki kuasa mutlak. Tidak ada rasa takut maupun hormat. Penjaga hanya menjalankan tugas sesuai aturan, tetapi justru menjadi sasaran pembacokan. Kami merasa hukum seakan kalah di depan mata," ujar saksi.»

 

Peristiwa ini memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait keamanan di Kota Surabaya. Sejumlah pihak juga menyoroti belum adanya pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Surabaya maupun langkah yang diumumkan kepada publik terkait peristiwa tersebut.

 

Selain itu, perhatian publik juga tertuju kepada Polrestabes Surabaya. Sejumlah pihak mempertanyakan perkembangan penanganan perkara, termasuk proses hukum terhadap para pelaku yang diduga membawa dan menggunakan senjata tajam dalam aksi kekerasan tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Kapolrestabes Surabaya mengenai perkembangan penyelidikan maupun penetapan tersangka.

 

Keluarga Besar PSHT Cabang Surabaya menyatakan tetap menghormati proses hukum dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh pelaku secara profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih.

 

Rangkaian peristiwa ini menjadi pengingat bahwa rasa aman merupakan hak setiap warga negara. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh, memberikan kepastian hukum kepada para korban, serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.

 

Red.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Rehab Bangunan Pendopo Di Kawasan Lapangan Jabon Menuai Sorotan
Next Article
Bareskrim Polri Tangkap Kasat Resnarkoba Polres Tangsel Dan Sejumlah Anggota Polisi Atas Dugaan Peredaran Narkoba

Related to this topic:

Be the first to write a comment.