Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Desa Kepatihan Tasyakuran, Warganya Dihibur Campursari

GRESIK || Bratapos.com. Tradisi tasyakuran desa merupakan warisan para leluhur yang terus dilestarikan. Sebab itu merupakan tradisi yang sangat melekat dalam budaya masyarakat. Tasyakuran desa itu menggabungkan rasa syukur atas hasil bumi atau keselamatan warga desa. Kemudian kesenian musik tradisional modern yang merakyat seperti campursari menjadi icon untuk menghibur masyarakat.

Salah satunya yang terus melestarikan Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Di tempatkan di lapangan, ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan musik modern dan musik campursari. Jajaran Pemdes serta Forkopimcam Menganti ikut memeriahkan dan menikmati musik campursari. 

BACA JUGA : Kios Milik Pemkab Ngawi Jadi Bancakan, Pedagang Ungkap Transaksi Tembus Puluhan Juta

Kepala Desa Kepatihan Dodik Suprayogi mengapresiasi terhadap warganya yang tumpah ruah bersatu guyub rukun. Agenda syukuran desa ini tidak boleh dipandang sekadar perayaan rutin tiap tahun. Kegiatan ini adalah fondasi utama untuk merawat persatuan, memperkuat tali silaturahmi, dan memperkuat semangat gotong royong.

”Syukuran desa ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat persatuan dan semangat kekeluargaan antar warga. Pagelaran campursari yang kami sajikan juga punya nilai strategis bagi generasi muda. Selain hiburan, memuat tatanan pesan moral serta nilai kehidupan yang harus diwariskan agar anak cucu kita tidak kehilangan jati diri budaya bangsa,” ujarnya.

Dodik menambahkan, pelestarian seni tradisional seperti campursari di tingkat desa merupakan bagian dari komitmennya untuk memastikan pembangunan di Desa Kepatihan berjalan selaras tidak hanya berfokus pada fisik dan ekonomi. "Tetapi juga menjaga akar budaya serta karakter masyarakat," urainya.

Camat Menganti Bagus Jauh Hari untuk menghibur masyarakat Kepatihan menyumbang suara masnya menyanyikan sebuah lagu yang sangat romantis yang ditemani oleh artis kondang Wiwik Sagita. Ribuan warga pun menikmati suara camat muda yang energik.

 

Pewarta Jamal Sintaru

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pelaku Penganiyaan Terhadap Seorang Petani Masih Berkeliaran, Kinerja Polisi Dipertanyakan.
Next Article
Kios Milik Pemkab Ngawi Jadi Bancakan, Pedagang Ungkap Transaksi Tembus Puluhan Juta

Related to this topic:

Be the first to write a comment.