Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Koyo Jogja Istimewa Pecah di HUT ke-48 GM FKPPI Banyuwangi, Ketua hingga TNI-Polri Bergoyang Bersama

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Ada satu momen yang barangkali sulit dilupakan dari Malam Tasyakuran Dirgahayu ke-48 Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) PC-1325 Banyuwangi.

Bukan hanya rangkaian seremoni dan sambutan para pejabat, suasana malam tasyakuran justru pecah ketika Ketua GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi, KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., bersama jajaran pembina dari unsur TNI dan Polri serta ratusan peserta larut dalam kebersamaan.

BACA JUGA : DPW LDII Provinsi Jatim Gelar Cek Kesehatan di Kantor DPD LDII Gresik Serentak

Di tengah suasana yang penuh keakraban, para peserta bergoyang bersama menikmati lantunan lagu “Koyo Jogja Istimewa” yang dibawakan oleh paduan suara santri Pondok Pesantren ADZ-DZIKRA Banyuwangi.

Momen tersebut sontak mencairkan suasana. Sekat antara pimpinan, pembina, anggota dan tamu undangan seolah melebur dalam satu kebersamaan. Apalagi, lirik lagu tersebut dikemas secara khusus dengan sentuhan yang berkaitan dengan momentum ulang tahun GM FKPPI.

Salah satu bagian lirik diubah menjadi, “Bungah Tenan Rasane, wong kang lagi Ulang Tahun”, disusul lirik yang menggambarkan kebanggaan terhadap organisasi, “Ibarat GM FKPPI, kowe pancen istimewa.”

Sontak, suasana Aula Outdoor Join Selangkung Makodim 0825/Banyuwangi, Sabtu (12/9/2026) malam, berubah menjadi penuh gelak tawa, tepuk tangan dan gerakan spontan para peserta.

Momen sederhana tersebut justru menjadi gambaran kuat tentang makna peringatan HUT ke-48 GM FKPPI Banyuwangi: merawat persaudaraan, memperkuat soliditas dan menjaga semangat kebangsaan dengan cara yang dekat dengan masyarakat.

Malam tasyakuran itu mengusung tema nasional “Bhakti Kami Abadi untuk Ibu Pertiwi”. Tema tersebut tidak sekadar menjadi slogan peringatan hari ulang tahun organisasi, tetapi menjadi penegasan bahwa perjalanan panjang GM FKPPI harus terus diisi dengan pengabdian dan kontribusi nyata.

Malam tasyakuran tersebut, dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Ir. H. Mujiono, M.Si., bersama jajaran Forkopimda Banyuwangi. Di antaranya Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., Komandan Detasemen TNI AU Rajegwesi Peltu Salikul Imam, perwakilan Lanal Banyuwangi, serta perwakilan Kejaksaan Banyuwangi.

Hadir pula Kepala Bakesbangpol Banyuwangi Drs. R. Agus Mulyono, S.Sos., M.Si., mantan Sekda Banyuwangi sekaligus Ketua PWRI Banyuwangi Dr. H. Ahmad Masduki Suud, M.M., Ketua YLBHKI, Sekretaris MUI Banyuwangi, serta para pembina dan tokoh lainnya.

Ratusan anggota GM FKPPI dari berbagai rayon di Kabupaten Banyuwangi turut hadir. Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dalam suasana penuh kekeluargaan.

Kehadiran lintas unsur tersebut memperlihatkan bahwa GM FKPPI tidak hanya menjadi wadah silaturahmi keluarga besar TNI-Polri, tetapi juga memiliki ruang yang kuat dalam membangun komunikasi dan kebersamaan dengan berbagai elemen masyarakat serta pemerintah daerah.

GM FKPPI lahir di Jakarta pada 12 September 1978. Organisasi tersebut menjadi wadah bagi putra-putri keluarga besar TNI dan Polri untuk mempererat persatuan, membangun kepedulian sosial, sekaligus meneruskan nilai-nilai perjuangan, disiplin, patriotisme dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Memasuki usia ke-48 tahun, semangat tersebut kembali ditegaskan GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi melalui momentum tasyakuran.

Ketua GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi, KH. Ir. Achmad Wahyudi, menegaskan bahwa usia 48 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang diikuti tanggung jawab untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan bangsa.

“Dirgahayu ke-48 ini bukan sekadar perayaan usia organisasi. Ini menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen bahwa GM FKPPI harus terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, menjaga persatuan, dan menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi muda,” ujar Ir. Achmad Wahyudi.

Menurutnya, tema “Bhakti Kami Abadi untuk Ibu Pertiwi” memiliki makna yang kuat bagi seluruh keluarga besar GM FKPPI.

Semangat pengabdian, kata dia, harus diwujudkan melalui tindakan nyata, menjaga nama baik keluarga besar TNI-Polri, sekaligus mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Kami ingin GM FKPPI Banyuwangi semakin solid, semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjadi bagian dari kekuatan sosial yang ikut menjaga persatuan serta keutuhan NKRI,” tegasnya.

Jika rangkaian seremoni menjadi bagian formal sebuah peringatan hari ulang tahun, maka momen Koyo Jogja Istimewa menjadi sisi lain yang paling humanis dari Malam Tasyakuran HUT ke-48 GM FKPPI Banyuwangi.

Ketua organisasi, unsur pembina TNI-Polri, tokoh masyarakat hingga ratusan anggota berdiri dan bergoyang bersama dalam suasana yang cair.

Di balik keceriaan itu tersimpan pesan sederhana: soliditas tidak selalu dibangun melalui forum resmi dan rapat, tetapi juga melalui kebersamaan yang mampu mendekatkan satu dengan lainnya.

Malam itu, GM FKPPI Banyuwangi merayakan 48 tahun perjalanannya bukan hanya dengan doa dan rasa syukur, tetapi juga dengan tawa, musik dan kebersamaan. Sebuah momen sederhana yang membuat peringatan HUT ke-48 GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi terasa lebih hidup, hangat dan meninggalkan kesan mendalam bagi mereka yang hadir. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
"Merajut Sinergi Mengukir Kenangan Kapolres Bersama Awak Media" Kapolres Ponorogo Gelar Piramida Sebelum Pindah Tugas
Next Article
Warga RT 05 RW 015 Kelapa Dua Beda Banget Giat Gotong Royong

Related to this topic:

Be the first to write a comment.