BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Momentum Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah dimanfaatkan secara produktif oleh organisasi sayap perempuan Korps Laksamana Malahayati (KLM) di bawah naungan GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi. Melalui Stand Bazaar Ramadhan MALAHAYATI, KLM menghadirkan ruang pemberdayaan ekonomi perempuan yang berlokasi di halaman Pondok Pesantren Adz-Dzikra, Jalan Kepiting, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi.
Mengusung slogan “Semangat Wirausaha, Cinta Produk Nusantara”, stand dibuka setiap hari selama Ramadhan, mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Kehadiran bazaar ini tidak sekadar menjadi pusat takjil Ramadhan di Banyuwangi, tetapi juga simbol kemandirian dan solidaritas perempuan dalam menggerakkan ekonomi keluarga.
BACA JUGA :
Dokumen Teknis dan LSD Tuntas, DPMPTSP Bojonegoro Diduga Melampaui Wewenang
Stand Bazaar Ramadhan MALAHAYATI menyediakan beragam makanan dan minuman khas Ramadhan seperti kolak pisang, petulo, es campur, es buah, hingga temulawak botol. Aneka lauk pauk siap saji juga tersedia untuk masyarakat yang ingin praktis menyiapkan hidangan berbuka puasa.

Seluruh produk yang dijual merupakan hasil olahan langsung anggota KLM, menjadikan bazaar ini sebagai etalase produk rumahan sekaligus wadah promosi UMKM perempuan Banyuwangi.
Ketua Koordinator KLM, Rahayu Wahyudiati, menegaskan bahwa kegiatan ini berlangsung selama satu bulan penuh hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kami ingin Ramadhan ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi perempuan. Melalui Stand Bazaar Ramadhan MALAHAYATI, anggota tidak hanya belajar berjualan, tetapi juga belajar manajemen, kerja tim, dan menjaga kualitas produk. Ini langkah kecil namun berdampak besar bagi kemandirian keluarga,” ujar perempuan yang akrab disapa Bunda Yayuk kepada Bratapos.com, Sabtu (21/2/2026) sore.
Ia menambahkan, bazaar ini juga menjadi ajang memperkenalkan produk-produk lokal kepada masyarakat luas.
“Kami ingin masyarakat semakin percaya dan bangga menggunakan serta mengonsumsi produk buatan sendiri. Kalau bukan kita yang mencintai produk Nusantara, siapa lagi,” tegasnya.

Yang membedakan Stand Bazaar Ramadhan MALAHAYATI dari bazaar lainnya adalah komitmen sosialnya. Sebagian takjil dibagikan secara gratis kepada masyarakat, sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi di bulan suci.
Langkah ini menegaskan bahwa kegiatan ekonomi yang dijalankan KLM bukan semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membangun empati sosial dan kebersamaan.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Menjelang waktu berbuka, warga sekitar memadati stand untuk membeli takjil. Tak hanya masyarakat setempat, pengendara yang melintas di Jalan Kepiting turut berhenti untuk berbelanja.
Para santri dan santriwati Pondok Pesantren Adz-Dzikra juga tampak antre membeli jajanan berbuka puasa, menciptakan suasana Ramadhan yang hidup dan penuh kebersamaan.

Salah satu pengendara, Diana Putri, mengaku sengaja berhenti karena tertarik dengan variasi menu dan konsep pemberdayaan perempuan yang diusung.
“Tadi saya kebetulan melintas dan melihat suasananya cukup ramai. Setelah mampir, ternyata pilihan takjilnya lengkap dan harganya juga terjangkau. Saya senang karena bazaar ini dikelola langsung oleh ibu-ibu, sehingga selain membeli untuk kebutuhan berbuka puasa, kami juga bisa ikut mendukung usaha mereka,” ungkap Diana.
Ia berharap kegiatan seperti ini bisa rutin digelar setiap tahun, karena memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Kehadiran Stand Bazaar Ramadhan MALAHAYATI di Tukangkayu menjadi contoh konkret bagaimana organisasi perempuan mampu mengambil peran strategis dalam penguatan ekonomi lokal.

Program ini diharapkan menjadi momentum pemberdayaan ekonomi perempuan Banyuwangi sekaligus memperkenalkan produk-produk rumahan anggota KLM kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan strategi pemasaran langsung, kualitas produk terjaga, serta nilai sosial yang kuat, Stand Bazaar Ramadhan MALAHAYATI berpotensi menjadi salah satu ikon bazaar takjil Ramadhan 2026 di Banyuwangi.
Di tengah geliat ekonomi Ramadhan, KLM menunjukkan bahwa semangat wirausaha, kecintaan pada produk Nusantara, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan yakni menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus keberkahan. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Nasabah Jember Gugat Direksi BCA dan KPKNL Terkait Lelang Tanah 4.651 M2
Next Article
Sub Kogartap III/0825 Banyuwangi Perkuat Patroli Gabungan, Sasar Tempat Hiburan Malam & Peredaran Miras