Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Unik! Sawah Gunung Cafe di SAE Paswangi Banyuwangi Resmi Dibuka, Baristanya Warga Binaan

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Sebuah destinasi kuliner baru hadir di Banyuwangi. Sawah Gunung Cafe resmi dibuka di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi, Kelurahan Pakis, Kabupaten Banyuwangi, Senin (16/3/2026).

Cafe yang berada di tengah hamparan sawah tersebut, menjadi inovasi terbaru dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

BACA JUGA : Dokumen Teknis dan LSD Tuntas, DPMPTSP Bojonegoro Diduga Melampaui Wewenang

Peresmian Sawah Gunung Cafe dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono. Kehadiran cafe ini diharapkan mampu menjadi terobosan baru dalam memperluas ruang pembinaan warga binaan, sekaligus membuka interaksi positif dengan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kadiyono, menjelaskan bahwa cafe ini terbuka untuk masyarakat umum. Menariknya, seluruh pelayanan di cafe tersebut akan dilakukan oleh warga binaan yang telah memasuki tahap asimilasi.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Lapas Banyuwangi. Lahan SAE ini tidak hanya produktif untuk pertanian, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan pembinaan yang lebih variatif dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan,” ujar Kadiyono.

Sementara itu, Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, mengatakan Sawah Gunung Cafe menjadi bagian dari hilirisasi program pembinaan yang selama ini berjalan di dalam lapas. Menurutnya, berbagai produk yang disajikan di cafe merupakan hasil karya warga binaan, mulai dari kopi pilihan hingga aneka makanan ringan.

“Pembinaan di Lapas Banyuwangi sangat beragam. Kami memiliki unit produksi donat, tempe, hingga berbagai jenis gorengan. Produk-produk tersebut nantinya akan menjadi menu utama di Sawah Gunung Cafe,” terang Wayan.

Ia menambahkan, kehadiran cafe ini juga menjadi langkah nyata untuk membuka kawasan SAE Paswangi agar lebih dikenal masyarakat luas. Dengan konsep ruang terbuka di tengah persawahan, masyarakat dapat menikmati suasana asri sembari menikmati kopi dan kuliner hasil karya warga binaan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mengikis stigma negatif terhadap pemasyarakatan dan menunjukkan bahwa warga binaan juga mampu berkarya serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bagian dari rangkaian peresmian, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi bakti sosial berupa pembagian puluhan paket sembako kepada masyarakat sekitar serta keluarga warga binaan yang membutuhkan.

“Kegiatan bakti sosial ini menjadi bukti, bahwa pemasyarakatan dapat hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di luar tembok penjara,” pungkas Wayan. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
DPW PERSADIN NTB Gelar Silaturrahmi dan Konsolidasi Advokat Dirangkaikan Buka Puasa Bersama Pada Bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M
Next Article
Wamenhub Suntana Turun Tangan Atasi Antrean Pemudik Bali–Jawa, Kemacetan Menuju Pelabuhan Gilimanuk Tembus 30 Km

Related to this topic:

Be the first to write a comment.