BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Kabar baik bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya. RSUD Blambangan Banyuwangi kini resmi menghadirkan layanan Video Assisted Thoracoscopic Surgery (VATS) atau operasi teropong paru, sebuah prosedur bedah modern dengan teknik minimal invasif yang digunakan untuk menangani berbagai penyakit paru, termasuk kasus kebocoran paru (pneumothorax) berulang.
Hadirnya layanan tersebut menjadi tonggak baru dalam pengembangan pelayanan kesehatan spesialistik di Banyuwangi. Masyarakat yang membutuhkan tindakan bedah toraks kini tidak lagi harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, selama kondisi pasien sesuai dengan indikasi medis dan hasil pemeriksaan dokter spesialis.
BACA JUGA :
Di Bangunnya Jembatan Jadi Jawaban Atas Harapan Warga, Aktivitas Pendukung Perekonomian Jadi Prioritas
Keberhasilan layanan VATS ditandai dengan suksesnya Tim Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV) RSUD Blambangan melakukan tindakan VATS disertai wedge resection terhadap seorang pasien yang mengalami pneumothorax berulang akibat kerusakan jaringan paru pada Selasa (14/7/2026).
Tindakan operasi dipimpin oleh dr. Mochammad Bagus R., Sp.BTKV bersama tim BTKV, dengan dukungan dr. Halim Sudono, Sp.An beserta tim anestesi. Seluruh rangkaian tindakan berlangsung lancar sesuai standar pelayanan medis.
VATS merupakan teknik operasi menggunakan kamera beresolusi tinggi melalui sayatan kecil sehingga lebih minim trauma dibandingkan operasi terbuka. Metode ini memungkinkan dokter menangani kelainan pada paru secara lebih presisi, mengurangi rasa nyeri pasca operasi, mempercepat proses pemulihan pasien, serta mempersingkat masa rawat inap.
Dalam kasus tersebut, tindakan wedge resection dilakukan untuk mengangkat bagian paru yang mengalami kerusakan sekaligus menjadi sumber kebocoran udara. Prosedur ini bertujuan menurunkan risiko kekambuhan sehingga kualitas hidup pasien dapat meningkat.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Blambangan Banyuwangi, dr. Hj. Siti Asiyah Anggraeni, M.MRS., FISQua., CHQP., mengatakan kehadiran layanan operasi teropong paru merupakan wujud nyata komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap, modern, dan berkualitas bagi masyarakat.
"Layanan VATS ini menjadi salah satu langkah strategis RSUD Blambangan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Kami ingin memastikan masyarakat Banyuwangi dapat memperoleh tindakan bedah toraks dengan teknologi modern tanpa harus dirujuk ke luar daerah, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, efisien, dan nyaman bagi pasien maupun keluarganya," ujar dr. Siti Asiyah Anggraeni kepada Bratapos.com, Senin (20/7/2026).
Ia menambahkan, pengembangan layanan spesialistik akan terus dilakukan seiring peningkatan kompetensi sumber daya manusia, sarana prasarana, serta teknologi medis di RSUD Blambangan.
"Kami akan terus berinovasi menghadirkan layanan-layanan unggulan yang sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran. Harapan kami, RSUD Blambangan dapat menjadi rumah sakit rujukan yang mampu memberikan pelayanan komprehensif, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien," tambahnya.
Dengan tersedianya layanan VATS, masyarakat Banyuwangi kini memiliki akses yang lebih mudah terhadap pelayanan bedah paru modern. Selain mempercepat penanganan medis, layanan ini juga mampu mengurangi beban biaya maupun waktu yang selama ini harus dikeluarkan pasien akibat proses rujukan ke rumah sakit di luar daerah.
Keberhasilan tindakan tersebut sekaligus menjadi bukti berkembangnya kompetensi tenaga medis RSUD Blambangan, dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mengikuti kemajuan teknologi kedokteran modern.
Manajemen RSUD Blambangan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter spesialis, tim anestesi, perawat, serta seluruh tenaga kesehatan yang telah berkolaborasi sehingga layanan operasi teropong paru dapat dihadirkan dan dinikmati masyarakat Banyuwangi.
Dengan inovasi tersebut, RSUD Blambangan semakin memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan daerah yang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif, modern, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Banyuwangi maupun wilayah sekitarnya. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Realisasikan Aspirasi, Sanitasi Lingkungan Pondok Pesantren, Jadi Prioritas H. Ali Mufhti, S.Ag, M.Si
Next Article
Bupati Jember Luncurkan Program "Bunga Desaku" di Pakusari, Serap Aspirasi UMKM hingga Kelompok Tani