PONOROGO II bratapos.com - Persoalan sanitasi di lembaga pendidikan keagamaan kerap luput dari perhatian, padahal menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan ribuan santri yang tinggal di lingkungan pondok pesantren. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar, H. Ali Mufhti, S.Ag., M.Si., merealisasikan aspirasi pembangunan sarana dan prasarana sanitasi di Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK) Pondok Pesantren Al-Muttaqin, Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.
Pembangunan fasilitas sanitasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dasar di lingkungan pesantren. Ketersediaan sanitasi yang layak dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung kesehatan, kenyamanan, serta keberlangsungan proses pendidikan bagi para santri.
BACA JUGA :
Di Bangunnya Jembatan Jadi Jawaban Atas Harapan Warga, Aktivitas Pendukung Perekonomian Jadi Prioritas
Sebelum peresmian berlangsung, suasana penuh kepedulian mewarnai kegiatan melalui pemberian santunan kepada 50 santri dan santriwati yatim piatu serta dhuafa, dilanjutkan tausiyah keagamaan yang mengangkat pentingnya kebersihan sebagai bagian dari ajaran Islam.
Peresmian fasilitas tersebut dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan rutin Pengajian Ahad Pahing yang dihadiri Camat Pulung, Kepala Desa Munggung, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan wali santri. Sabtu, (19/07/2026).
Sebelum peresmian berlangsung, kegiatan pemberian santunan kepada 50 santri dan santriwati yatim piatu serta dhuafa, dilanjutkan tausiyah keagamaan yang mengangkat pentingnya kebersihan sebagai bagian dari ajaran Islam.
H. Ali Mufhti menegaskan, pembangunan pondok pesantren tidak cukup hanya berfokus pada ruang belajar dan bangunan fisik, tetapi juga harus memastikan tersedianya fasilitas sanitasi yang memenuhi standar kesehatan.
“Sanitasi bukan sekadar pelengkap bangunan, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup para santri. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang sehat, nyaman, sekaligus mendukung para santri dalam beribadah dan menuntut ilmu secara optimal,” tegas Ali Mufhti.
Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muttaqin, Kyai Ismail Sadzali, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan nyata pesantren dalam meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal para santri.
“Bantuan ini bukan sekadar pembangunan fasilitas, tetapi bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kenyamanan santri. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Ali Mufhti yang telah memberikan perhatian nyata kepada Pondok Pesantren Al-Muttaqin,” ujarnya.
Peresmian fasilitas sanitasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan pesantren harus dilakukan secara menyeluruh. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kualitas pendidikan nasional, penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, mencegah penyebaran penyakit, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dari lingkungan pesantren.
Dengan hadirnya fasilitas baru tersebut, Pondok Pesantren Al-Muttaqin diharapkan semakin mampu menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul, tidak hanya dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berilmu, tetapi juga menjadi contoh pesantren yang menerapkan budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan.(Jaya).
Prev Article
Tidak Kenal Waktu, Siang Malam TNI dan Masyarakat Kerjakan Sasaran TMMD-129
Next Article
RSUD Blambangan Banyuwangi Resmi Hadirkan Operasi Teropong Paru, Pasien Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Daerah