Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Ketua Tim ZI Lapas Banyuwangi Tegaskan Percepatan Pemenuhan Data Dukung LKE dan RAT Menuju WBBM

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat komitmen reformasi birokrasi. Sebagai satuan kerja yang telah menyandang predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), kini Lapas Banyuwangi menyiapkan langkah strategis untuk menapaki tahap selanjutnya, yakni meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat percepatan pemenuhan data dukung Zona Integritas (ZI) yang digelar pada Selasa (4/11/2025). Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim ZI Lapas Banyuwangi, Ahmad Solihin, dan diikuti oleh seluruh kelompok kerja (Pokja) pembangunan ZI.

BACA JUGA : BLT - DD Tahap ll Tahun 2026 Pemerintah Desa Jagir Sudah Tersalurkan Untuk 16 KPM

Dalam arahannya, Solihin menegaskan pentingnya percepatan dan ketepatan dalam penyiapan Lembar Kerja Evaluasi (LKE) dan Rencana Aksi Tahunan (RAT). Ia meminta, setiap Pokja untuk segera melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kekurangan data dukung dan memastikan validitas seluruh dokumen.

“Kami mendorong seluruh Pokja untuk segera melakukan identifikasi terhadap seluruh kekurangan data dukung. Langkah ini penting, sebagai pondasi dalam percepatan penyusunan dokumen dan pelaporan,” tegas Solihin.

Solihin juga menekankan, pentingnya koordinasi dan sinergi antar-Pokja sebagai faktor utama dalam menjaga ritme kerja dan efektivitas pengumpulan data. Ia mengingatkan agar seluruh tim mematuhi tenggat waktu penyampaian laporan, serta menjaga akurasi dalam setiap input data yang dilakukan.

Lebih jauh, Solihin mengingatkan bahwa predikat WBK bukanlah garis akhir, melainkan titik awal menuju peningkatan kualitas birokrasi dan pelayanan publik.

“Predikat WBK adalah pijakan, bukan puncak. Kita tidak boleh berhenti pada zona nyaman. Tahun depan, Lapas Banyuwangi akan kembali berkompetisi dalam meraih WBBM. Karena itu, semangat perubahan dan peningkatan berkelanjutan harus terus kita kobarkan,” ujarnya menegaskan.

Sebagai langkah strategis menuju WBBM, Solihin menekankan pentingnya pengembangan inovasi pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat maupun warga binaan pemasyarakatan. Menurutnya, inovasi bukan sekadar pelengkap administrasi, tetapi menjadi tolak ukur nyata dari transformasi layanan publik.

“Inovasi harus lahir dari kebutuhan nyata. Selain memudahkan pelaksanaan tugas internal, inovasi juga harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan warga binaan. Inilah nilai tambah yang akan memperkuat posisi kita dalam penilaian menuju WBBM,” tutup Solihin.

Melalui langkah-langkah sistematis tersebut, Lapas Banyuwangi berkomitmen menjadikan Zona Integritas bukan sekadar simbol, tetapi budaya kerja nyata yang mencerminkan semangat berintegritas, profesional, dan melayani. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Bawaslu Banyuwangi dan Cabdin Pendidikan Jatim Teken MoU, Sinergi Pengawasan Partisipatif & Pendidikan Politik di Sekolah
Next Article
Polantas Menyapa di KB Samsat Sumenep

Related to this topic:

Be the first to write a comment.