MAGETAN || Bratapos.com - Perkembangan politik di Kabupaten Magetan menjelang penentuan pucuk pimpinan DPRD mulai memunculkan sejumlah nama potensial. Salah satu figur yang kini banyak mendapat perhatian adalah Anton Solihin, anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Fraksi PKB Dapil IV.
Anton dinilai memiliki modal pengalaman dan kemampuan komunikasi politik yang baik. Selama dua periode duduk di kursi legislatif, ia dikenal aktif menjalin hubungan lintas partai sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat di daerah pemilihannya.
BACA JUGA :
Pemerintah Desa Pucangan Laksanakan Kegiatan Posyandu ILP Untuk Tingkatkan Kesehatan Balita Hingga Lansia
Selain berkiprah di dunia politik, Anton juga dikenal sebagai pengusaha muda yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal tersebut dinilai menjadi nilai tambah dalam membangun relasi dan memahami kebutuhan warga.
Anton, menjelaskan bahwa politik seharusnya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar mengejar jabatan.
“Jabatan hanyalah titipan amanah. Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” ujar Anton, Selasa (19/5/2026).
Selain itu, dengan berdasarkan latar belakang keluarga Nahdlatul Ulama (NU) turut membentuk karakter dan cara pandangnya dalam berpolitik. Ia mengaku memilih berjuang bersama Partai Kebangkitan Bangsa karena merasa memiliki kesamaan nilai dan visi perjuangan.
Anton juga memegang filosofi hidup “Urip iku urup”, yang menurutnya mengajarkan bahwa hidup harus mampu memberi manfaat bagi sesama.
Dalam perjalanan politiknya, Anton mengaku banyak belajar mengenai pentingnya menjaga integritas, membangun komunikasi yang sehat, serta mempertahankan kepercayaan publik.
“Kepercayaan masyarakat dibangun melalui kerja nyata, keterbukaan, dan kesediaan mendengar langsung aspirasi warga,” katanya.
Apabila nantinya mendapat amanah memimpin DPRD Magetan, Anton menyatakan ingin memperkuat fungsi pengawasan serta mendorong DPRD menjadi lembaga yang lebih terbuka dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menilai DPRD harus mampu menjadi ruang perjuangan aspirasi rakyat tanpa membedakan latar belakang politik maupun golongan.
“DPRD harus benar-benar hadir untuk rakyat. Semua aspirasi masyarakat harus diperjuangkan bersama,” ungkapnya.
Tak hanya fokus pada lembaga legislatif, Anton juga memiliki target memperkuat posisi PKB di Magetan pada Pemilu 2029 dengan meningkatkan jumlah kursi partai di DPRD.
Sebagai bentuk kedekatan dengan masyarakat, Anton rutin turun langsung ke lapangan dan aktif membuka komunikasi melalui media sosial maupun forum warga. Ia bahkan berencana membentuk “Rumah Aspirasi Mas Anton” sebagai wadah masyarakat menyampaikan berbagai persoalan secara langsung.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi salah satu cara memahami persoalan masyarakat secara lebih nyata.
“Kadang masyarakat hanya ingin didengar. Dari situ kita bisa mengetahui kebutuhan mereka dan mencari solusi bersama,” jelasnya.
Lebih jauh, Anton menegaskan, nilai kejujuran, amanah, dan keterbukaan akan selalu menjadi prinsip utama dalam menjalankan tugas politiknya.
“Kami ingin DPRD Magetan semakin dipercaya masyarakat melalui kerja nyata yang benar-benar berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.
Prev Article
Tok! Tok! Tok! Paripurna DPRD Pasuruan Ketuk Palu Sahkan 3 Perda Non-APBD
Next Article
Zulham Mubarrok Ungkap 'Senjata' Baru Tekan Stunting di Tirtoyudo, Apa Itu?