Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Banyuwangi Siap Gelar Festival Musik "SEAmphony", Kolaborasi Kreatif Dukung Paket Wisata 3B Kemenpar RI

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Kabupaten Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai laboratorium inovasi pariwisata nasional. Kali ini, Pemkab Banyuwangi bersiap menggelar Festival Musik “SEAmphony”, sebuah perhelatan musik eksklusif yang akan digelar pada 28 November 2025 di Villa So Long, salah satu lokasi wisata eksotis di tepi Selat Bali.

Ajang ini tidak hanya menjanjikan pengalaman musik yang berkelas, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf RI) dalam mengintegrasikan paket wisata 3B — Banyuwangi, Bali Utara, dan Bali Barat.

BACA JUGA : Sekolah Rakyat Jember Capai 90 Persen, Siap Layani Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

Program 3B merupakan inisiatif nasional untuk membangun konektivitas wisata lintas daerah di kawasan timur Pulau Jawa dan barat Pulau Bali. Tujuannya sederhana namun visioner: membangun ekosistem pariwisata yang terhubung, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi.

Dengan keterpaduan transportasi laut, darat, hingga udara, wisatawan kini bisa dengan mudah menikmati panorama Banyuwangi, menyeberang ke pesisir barat Bali, hingga menelusuri pesona Bali Utara.

Bali Utara menghadirkan keelokan Pantai Lovina, Desa Les, dan Tembok Village; Bali Barat menampilkan Gilimanuk, Pantai Medewi, serta Taman Nasional Bali Barat; sementara Banyuwangi menegaskan daya tarik globalnya melalui Kawah Ijen, Alas Purwo, Pulau Merah, dan Teluk Ijo.

Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal (length of stay) wisatawan, sekaligus memperkuat ekonomi lokal di tiga daerah.

Festival musik SEAmphony didesain dengan konsep “intimate concert by the sea”, yang menghadirkan pengalaman menyaksikan pertunjukan musik di tepi pantai dengan latar panorama Selat Bali yang menawan.

Sejumlah musisi papan atas nasional akan tampil memeriahkan panggung ini. Salah satunya Donnie Sibarani, mantan vokalis Ada Band yang dikenal dengan suara khas dan hits romantisnya. Ia akan tampil bersama penyanyi muda berbakat Mieska Adinda, jebolan The Voice Kids Indonesia, yang siap menghadirkan nuansa segar di antara gemuruh ombak dan senja Banyuwangi.

Namun lebih dari sekadar konser, SEAmphony memiliki misi sosial-ekonomi yang kuat. Festival ini akan melibatkan puluhan pelaku UMKM lokal, menyediakan ruang promosi dan transaksi langsung dengan wisatawan. Mulai dari kuliner khas, produk kriya, hingga fashion etnik Banyuwangi akan dipamerkan sebagai bagian dari festival.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Ainur Rofiq, menyebut penyelenggaraan SEAmphony adalah langkah strategis untuk mengubah pola kunjungan wisata di Banyuwangi.

“Selama ini, banyak wisatawan datang hanya untuk mendaki Ijen lalu langsung pulang. Melalui integrasi 3B dan festival musik ini, kami ingin mereka bertahan lebih lama, menikmati keindahan laut, budaya, dan produk lokal Banyuwangi,” ujar Rofiq, Kamis (13/11/2025).

Ia menambahkan, konsep “Music Meets Tourism” ini diharapkan menjadi model baru promosi pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga memperkuat rantai ekonomi lokal.

“Kami ingin wisatawan bukan sekadar menonton konser, tapi juga berinteraksi dengan masyarakat, mencicipi kuliner lokal, dan membelanjakan uangnya di Banyuwangi. Ini adalah kunci pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata yang inklusif,” pungkasnya.

Dengan menggandeng berbagai pihak mulai dari pelaku pariwisata, musisi nasional, hingga komunitas kreatif lokal, Festival SEAmphony diproyeksikan menjadi ikon baru promosi wisata 3B. Selain meningkatkan branding pariwisata Banyuwangi, acara ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kawasan pesisir selatan Jawa–Bali sebagai satu destinasi unggulan Indonesia.

Di tengah kompetisi industri pariwisata global, SEAmphony menjadi bukti nyata bahwa inovasi, kolaborasi, dan kreativitas mampu melahirkan harmoni pembangunan — sebuah simfoni laut dan budaya yang lahir dari Banyuwangi untuk Indonesia dan dunia. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
DPRD Banyuwangi Tegur Keras PT BSI: Hadir Tanpa Data, Soal Izin Hutan dan CSR Dinilai Tak Transparan
Next Article
Kejanggalan Laporan 351 di Surabaya: Ketua DPD LIN Jatim Diperiksa, Kuasa Hukum Duga Ada Upaya Kriminalisasi Terkait Tambang Ilegal

Related to this topic:

Be the first to write a comment.