LUMAJANG, BRATAPOS.com – Beredarnya unggahan di media sosial Facebook “Sambat Bunda” yang menuding menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, menyajikan kurma berulat dan makanan tidak layak konsumsi dipastikan tidak sesuai fakta.
Klarifikasi tegas disampaikan oleh Kepala SPPG Sedyo Rahayu Raya Tempursari, Siti Aminah, yang menegaskan bahwa foto kurma berulat yang beredar di media sosial bukan berasal dari menu MBG yang dibagikan kepada siswa di Tempursari.
BACA JUGA :
Dokumen Teknis dan LSD Tuntas, DPMPTSP Bojonegoro Diduga Melampaui Wewenang
Sebelumnya, akun anonim di Facebook “Sambat Bunda” mengunggah postingan yang mengatasnamakan warga Tempursari. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa anak-anak beberapa hari terakhir menerima menu MBG yang dinilai “menakutkan”, di antaranya kurma yang disebut terdapat telur ulat hingga belatung. Unggahan itu juga menyinggung menu pada Selasa (10/3/2026), yang disebut berupa ketela rebus dengan taburan keju.
Postingan tersebut sempat memicu perbincangan di kalangan wali murid, karena dinilai mengkhawatirkan terkait kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa.

Namun, Siti Aminah menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Menurutnya, pada Selasa, 10 Maret 2026, menu yang dibagikan oleh SPPG Sedyo Rahayu Raya Tempursari kepada siswa adalah ubi brulee, kurma, dan telur.
“Menu kami pada hari Selasa 10 Maret 2026 adalah ubi brulee, kurma, dan telur. Foto kurma yang diunggah di akun Facebook Sambat Bunda itu bukan dari menu kami,” jelas Siti Aminah kepada Bratapos.com, Jumat (13/3/2026).
Ia memastikan, bahwa seluruh bahan makanan yang digunakan telah melalui pengecekan. Bahkan, sampel kurma yang tersedia di dapur penyedia MBG dipastikan aman dan tidak ditemukan telur ulat maupun belatung.
“Kami sudah memeriksa sampel kurma yang kami miliki, kondisinya aman dan tidak ada telur ulat ataupun belatung seperti yang disebutkan dalam postingan tersebut,” tegasnya.

Setelah melakukan penelusuran, pihak SPPG menemukan bahwa foto kurma yang diunggah dalam postingan tersebut diduga diambil dari media sosial lain, tepatnya dari akun Instagram, lalu disebarkan ulang di Facebook dengan narasi yang menyesatkan.
“Setelah kami telusuri di media sosial, ternyata gambar tersebut diambil dari postingan lain di Instagram, kemudian diunggah ulang oleh akun anonim di Facebook,” ungkapnya.
Ironisnya, saat pihak SPPG mencoba menelusuri lebih jauh identitas pemilik akun tersebut, postingan yang dimaksud sudah dihapus.
Diketahui pula, unggahan tersebut pertama kali muncul pada 2 Maret 2026, kemudian kembali diunggah pada 10 Maret 2026 dengan narasi yang sama. Pihak SPPG menegaskan, bahwa pada tanggal tersebut tidak pernah ada menu seperti yang ditampilkan dalam foto viral tersebut.
Siti Aminah berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya para wali murid, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Ia juga menegaskan bahwa pihak penyedia MBG selalu berupaya menjaga kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan yang diberikan kepada para siswa.
“Kami sangat terbuka jika ada masukan dari masyarakat. Namun kami berharap, informasi yang disampaikan harus berdasarkan fakta agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkan konten di media sosial, terutama terkait program publik yang menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak. (rag/lor)
Pewarta: Shelor
Kepala Cabang Bratapos Media Wilayah Semeru
Prev Article
Sambut Ledakan Wisatawan Lebaran, Pemkab Banyuwangi Gandeng Seniman dan Pelaku Wisata
Next Article
Program Penyaluran Sembako oleh Anak-anak TK Tunas Bangsa Senggigi kepada Para Lansia di Bulan Suci Ramadhan 1447 H