BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Pemerintah pusat terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan 218 jembatan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Seneporejo dan Desa Sambirejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Senin (9/3/2026).
Peresmian jembatan tersebut menjadi bagian dari program pembangunan 1.072 jembatan di seluruh Indonesia yang digagas melalui Satgas Jembatan Garuda TNI AD untuk memperkuat konektivitas wilayah, terutama di daerah terpencil.
BACA JUGA :
BLT - DD Tahap ll Tahun 2026 Pemerintah Desa Jagir Sudah Tersalurkan Untuk 16 KPM
Di Banyuwangi, acara peresmian dipusatkan di Dusun Krajan, Desa Seneporejo, dan dihadiri jajaran Forkopimda Banyuwangi. Hadir di antaranya Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi, Letkol (Arm) Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., serta Asisten Pemerintahan Pemkab Banyuwangi Mohammad Yanuarto Bramuda.
Peresmian dilakukan secara daring, melalui video conference yang terhubung langsung dengan Presiden RI bersama jajaran TNI AD dari berbagai daerah.
Dandim 0825/Banyuwangi, Letkol (Arm) Tryadi Indrawijaya menjelaskan bahwa Jembatan Perintis Garuda memiliki panjang sekitar 50 meter dengan lebar 160 sentimeter. Menurutnya, pembangunan jembatan ini dilakukan dengan sistem kerja 24 jam nonstop dan berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 41 hari berkat kolaborasi TNI dan masyarakat setempat.
“Jembatan ini dibangun melalui semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Tujuannya untuk mempermudah mobilitas warga, terutama anak-anak sekolah dan para santri agar tidak lagi menempuh jalur berbahaya saat menyeberangi sungai,” ujar Letkol (Arm) Tryadi.
Sebelumnya, warga dua desa tersebut harus menempuh jalur memutar yang cukup jauh atau menyeberangi sungai dengan risiko tinggi, terutama saat musim hujan.
Dalam kesempatan yang sama melalui video conference, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa pembangunan jembatan di Banyuwangi merupakan bagian dari proyek nasional pembangunan jembatan oleh TNI AD.
“Dari target 1.072 jembatan, saat ini sudah rampung 218 jembatan di berbagai wilayah Indonesia,” kata Jenderal TNI Maruli.
Ia menegaskan, bahwa program tersebut difokuskan pada wilayah terpencil, terisolasi, serta daerah rawan bencana yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.
Selain pembangunan jembatan, TNI AD juga membangun 544 titik sumur bor dan fasilitas sanitasi untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam sambutannya, Presiden RI memberikan apresiasi kepada Satgas Jembatan Garuda dan jajaran TNI AD atas percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Presiden menegaskan, bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi dan akses pendidikan masyarakat.
“Kita tidak boleh berlindung di balik birokrasi yang lambat. Jembatan ini adalah langkah nyata untuk mengatasi kesulitan rakyat,” ujar Presiden.
Ia juga menegaskan, bahwa TNI telah membuktikan perannya sebagai tentara rakyat yang hadir membantu pembangunan nasional.
Peresmian Jembatan Perintis Garuda, ditandai dengan pemotongan pita dan peninjauan langsung kondisi jembatan oleh para pejabat yang hadir.
Dengan beroperasinya jembatan tersebut, mobilitas warga di Kecamatan Siliragung diharapkan menjadi lebih cepat dan aman. Selain memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, jembatan ini juga diharapkan mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak sekolah dan para santri di wilayah perbatasan dua desa tersebut. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Jembatan Perintis Garuda Banyuwangi Resmi Dibuka, Warga Tak Perlu Lagi Menyeberangi Sungai
Next Article
Pemkab Gresik Santuni 1500 Anak Yatim di HUT Ke-52 Dan Hari Jadi Gresik Ke-539, Serta Beri Diskon PBB Dan Pemutihan Denda Pajak