Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

OTT KPK di Ponorogo: Bupati Sugiri Sancoko dan 6 Pejabat Diterbangkan ke Jakarta, Diduga Terlibat Jual Beli Jabatan RSUD

Ponorogo || Bratapos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyelidikan kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, setelah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, pada Jumat (7/11/2025) sore.

Dari hasil penelusuran di lapangan, tercatat 13 orang diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Ponorogo sejak pukul 19.00 WIB hingga 02.00 WIB, Sabtu (8/11/2025) dini hari.

BACA JUGA : Saksi A De Charge Tepis Adanya Dugaan Penganiayaan Sesama Pegawai Dinas PU Gresik

Mereka yang diamankan antara lain:

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Pramono

Direktur RSUD Dr. Harjono Yunus Mahatma

Kabid Mutasi dan Promosi BKPSDM Ponorogo Arif Pujiana

Adik kandung Bupati, Elie W

Seorang wanita bernama Endah

Direktur Perumda Sari Gunung Kokoh Priyo Utomo

Empat ajudan Bupati

Dua ajudan Sekda

Satu kerabat Bupati berinisial S, yang dikabarkan kabur saat hendak diperiksa

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya membenarkan bahwa dari 13 orang yang diamankan, tujuh di antaranya diterbangkan ke Jakarta pada Sabtu pagi (8/11/2025) melalui Bandara Adi Sumarmo, Solo.

Mereka adalah Sugiri Sancoko, Agus Pramono, Yunus Mahatma, Arief Pujiana, Elie W, Kokoh Priyo Utomo, dan Endah.

“Dalam kegiatan tangkap tangan di wilayah Ponorogo, hingga Jumat malam, tim berhasil mengamankan 13 orang. Tujuh di antaranya diterbangkan ke Jakarta pagi ini,” ujar Budi Prasetyo, Sabtu (8/11/2025).

Ketujuh orang tersebut kini telah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dan menjalani pemeriksaan intensif di lantai 2, ruang Divisi Penindakan lembaga antirasuah tersebut.

Salah satu saksi yang turut diperiksa menyebutkan, OTT KPK kali ini berkaitan dengan dugaan jual beli jabatan Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo.

“Kasusnya jual beli jabatan Direktur RSUD,” ungkap seorang saksi yang enggan disebutkan namanya.

Menurut saksi tersebut, saat penggeledahan rumah dinas Bupati, tim KPK tidak menemukan barang bukti uang secara langsung. Namun, Bupati Sugiri disebut memberi informasi tentang keberadaan uang sekitar Rp500 juta, yang disebut-sebut merupakan pinjaman pribadi dari Yunus Mahatma.

“Uangnya di Bajang Balong, sekitar Rp500 juta. Tapi katanya itu uang pinjaman. Ajudannya Pak Sekda juga mengakui menerima bingkisan berisi uang dari Mahatma,” ujarnya.

Dari operasi tangkap tangan tersebut, KPK mengklaim telah mengamankan uang dalam jumlah miliaran rupiah yang diduga berkaitan dengan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Ponorogo.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum secara resmi mengumumkan status hukum para pihak yang diamankan. Namun, penyidik disebut tengah mendalami peran masing-masing pejabat dalam aliran uang yang mengarah ke proses mutasi dan promosi jabatan di Ponorogo.

Sebelum penangkapan, Bupati Sugiri Sancoko diketahui sempat menggelar mutasi ratusan pejabat Pemkab Ponorogo dan mengunggah video di media sosial yang membahas wayang dan Islam, hanya beberapa jam sebelum operasi tangkap tangan dilakukan.

 

 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
KAI Umumkan Penyesuaian Jadwal dan Pola Perjalanan Kereta Api, Mulai 1 Desember 2025
Next Article
Bupati Sidoarjo Kukuhkan Pengurus Dekranasda, Dorong Produk Lokal Naik Kelas dan Berdaya Saing

Related to this topic:

Be the first to write a comment.