Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Meredam Reaksi Warga Masyarakat Kampung Senggigi Datangi Polsek Batulayar

Senggigi, Lobar-NTB | Dalam kurun waktu lebih 40 tahun terakhir, kasus penodaan agama di Indonesia memiliki "pola yang sama" dan berbagai kasus selalu diawali dengan demonstrasi massa dan penegak hukum menjadikan alasan keresahan masyarakat akibat aksi massa ini.

BACA JUGA : Empat Residivis Curanmor Dibekuk Polres Madiun Kota, Perdaya Korban Lewat Aplikasi Perkenalan Menulis

Sebagaimana yang terjadi pada Warga Masyarakat dusun senggigi Kecamatan Batulayar mendatangi kantor kepolisian sektor batulayar pada 30 Agustus 2024 kemarin, kedatangan warga ini di terima langsung oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek), Batulayar "Kompol I Putu Kardhianto, S.H., M.H." kedatangan warga ini berkaitan dengan dugaan pelecehan agama yg di perbuat oleh salah seorang WNA asal Australia yang berdomisili di wilayah senggigi.

"Rusman Hair, SS,SH." yang mengkomandoi para warga masyarakat kampung Senggigi ini menyampaikan bahwa kedatangannya untuk bertemu langsung dengan Bapak Kapolsek Batulayar sebagai bentuk koordinasi kamtibmas di Dusun Senggigi hususnya, Pasca keributan dan reaksi yang terjadi pada jumat siang, 29 Agustus kemarin.

 "Kami bersama warga dan para tokoh masyarakat sengaja mendatangi polsek langsung untuk berkoordinasi lanjutan sekaligus meminta arahan Bapak Kapolsek dalam hal meredam kemarahan dan reaksi warga Dusun Senggigi akibat ulah salah seorang WNA yang diduga melecehkan agama melalui accunt FB nya" terang salah satu warga dusun senggigi yang berprofesi sebagai lawyer ini.

diketahui bahwa seorang WNA membuat obrolan lewat Facebook (FB), bahwa merasa risih dengan pengeras suara yang keluar dari dalam masjid, hal ini yang membuat warga kampung senggigi merasa tersinggung. tidak sedikit tokoh masyarakat, Tokoh agama dan tokoh pemuda yang keberatan. sebut saja beberapa tokoh Masyarakat "H.Ridwan, S.Pd, dan Tokoh agama," Syafi'i,S.H. mengaku kesal dan kecewa atas kejadian ini. " Kita sebagai warga masyarakat senggigi sadar akan Toleransi antar ummat Beragama terhusus dikampung kami senggigi ini, dan selama ini sudah terbiasa dengan perbedaan kultur, budaya, agama, sosial dan lainnya.kita tidak pernah saling mengusik karena kita saling menghargai dan menghormati, tapi kini tercoreng oleh oknum yang coba- coba merusak keharmonisan itu". ungkap "H.Ridwan dan Syafi'i,S.H (Selaku penghulu Dusun).

Diketahui bahwa seorang WNA ini membuat obrolan lewat Facebooknya (FB), bahwa merasa terganggu dengan suara pengeras yang keluar dari dalam masjid, hal ini yang membuat warga senggigi dusun senggigi merasa tersinggung".

Lebih jauh Rusman menjelaskan bahwa kasus ini akan ditindaklanjuti ke ranah hukum. "kita akan laporkan yang bersangkutan ke APH supaya duduk perkaranya menjadi jelas dan terang" lanjutnya.

Besarnya efek media sosial juga semakin memicu besarnya tekanan massa, untuk Membawa kasus ini ke meja hijau secara adil dan transparan akan memperkuat kepastian hukum di negara kita, "Indonesia, hususnya di wilayah Hukum NTB ini, dan menjaga keutuhan NKRI yg berdasarkan Pancasila dengan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan untuk berbangsa dan bernegara.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Nama Kepala Dinas PUPR Nagan Raya dicatut untuk Penipuan melalui WhatsApp
Next Article
Investasi Masa Depan! Ribuan Mahasiswa Sidoarjo Dapat Beasiswa Pendidikan

Related to this topic:

Be the first to write a comment.