Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Lepas 1.312 Jemaah Haji Banyuwangi, Bupati Ipuk Minta Doa untuk Daerah

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi resmi memberangkatkan sebanyak 1.312 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Banyuwangi untuk musim haji 2026. Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di depan Kantor Pemkab Banyuwangi, Selasa (12/5/2026).

Dalam sambutannya, Ipuk meminta seluruh jemaah turut memanjatkan doa bagi Banyuwangi agar tetap aman, nyaman, dan dijauhkan dari berbagai bencana selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

BACA JUGA : Surat Masuk ke Bupati Deliserdang Tak Berbuah Tindakan, P2BMI dan GRPK Soroti Sikap Dinas Cipta Karya atas Pagar Gudang Tanpa PBG

“Alhamdulillah, bapak ibu mendapatkan kesempatan memenuhi panggilan Allah SWT untuk beribadah ke tanah suci. Kami doakan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, sehat, selamat hingga kembali ke Banyuwangi menjadi haji yang mabrur,” ujar Ipuk.

Ia juga menitipkan harapan, agar para jemaah mendoakan kebaikan bagi Banyuwangi selama berada di Arab Saudi.

“Kami berharap bapak ibu berkenan mendoakan Banyuwangi agar tetap diberikan keamanan, kenyamanan, dijauhkan dari segala macam bencana dan bahaya,” katanya.

Menurut Ipuk, para jemaah haji tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga membawa nama baik Indonesia dan Banyuwangi di mata dunia. Karena itu, ia meminta seluruh jemaah menjaga sikap, etika, dan kebersamaan selama berada di Tanah Suci.

“Bapak ibu bukan hanya jemaah haji, tetapi juga duta Indonesia dan Banyuwangi. Sikap dan perilaku selama di sana akan mencerminkan daerah dan negara asal,” tegasnya.

Sebanyak 1.312 jemaah haji Banyuwangi tahun ini terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 71 sebanyak 8 jemaah, kloter 82 dan 83 sebanyak 752 jemaah, serta kloter 84 dan 85 sebanyak 550 jemaah.

Pemberangkatan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 752 jemaah dari kloter 82 dan 83 diberangkatkan Selasa pagi menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Sementara kloter 84 dan 85 dijadwalkan berangkat pada malam harinya. Adapun kloter 71 telah diberangkatkan lebih awal.

Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Banyuwangi, Rif’an Junaidi, menjelaskan para jemaah akan transit terlebih dahulu di embarkasi Surabaya sebelum diberangkatkan menuju Arab Saudi.

“Mereka akan beristirahat sekitar 20 jam di embarkasi Sukolilo, kemudian diberangkatkan ke Tanah Suci keesokan harinya. Total pelaksanaan ibadah haji berlangsung sekitar 40 hari,” jelas Rif’an.

Ia menambahkan, dari total 1.312 jemaah, sebanyak 503 orang merupakan jemaah lanjut usia (lansia) berusia di atas 65 tahun, sementara 144 lainnya masuk kategori risiko tinggi (risti).

“Jemaah tertua asal Banyuwangi berusia 103 tahun, sedangkan yang termuda berusia 18 tahun,” ungkapnya.

Untuk mendukung kenyamanan ibadah, pemerintah juga menyiapkan layanan prioritas bagi jemaah lansia, difabel, dan risiko tinggi. Salah satunya melalui program Murur, yakni skema khusus yang memungkinkan jemaah hanya melintas di Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan saat puncak haji.

“Dengan program Murur, jemaah prioritas dapat terhindar dari kepadatan di Muzdalifah sehingga kesehatan mereka lebih terjaga dan ibadah bisa dijalankan dengan lebih nyaman,” pungkas Rif’an. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Siswa SMK di Banyuwangi Ciptakan Kompor Berbahan Oli Bekas dan Minyak Jelantah
Next Article
Gagalkan Penyelundupan 2 Kg Sabu ke Bali, Polresta Banyuwangi Ringkus Kurir Asal Kediri

Related to this topic:

Be the first to write a comment.